Simak Kisah ‘Om Telolet Om’ Dari Bus Indonesia Hingga Mobil Donald Trump

TOPIKTREND.COM, Mendadak jadi topik populer dunia. Salah satunya melalui media sosial twitter, karena dicuitkan oleh DJ-DJ terkenal.

Tapi dari mana klakson telolet bermula? Jika membuka media sosial saat ini, linimasa mungkin akan dipenuhi dengan guyonan lucu 'om telolet om'. Sebagian mulai mengeluh 'Aduh apa sih!' tapi sebagian lagi ikut dalam keriangannya.

Tak ada yang bisa lepas dari jeratan 'om tolelot om', bahkan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat tak lepas dari serbuan orang-orang yang memintanya membunyikan klakson bus.

"Om telolet om," riuh media sosial yang 'nyampah' di kolom komentar Donald Trump.

line

'Om telolet om' adalah sebuah teriakan yang biasa diucapkan oleh anak-anak di pinggir jalan ketika sebuah bus melintas dengan harapan sopir akan membunyikan klakson yang unik. "Telolet telolet," begitu bunyinya.

Ada yang mengatakan mendadak jadi populer pada Selasa (20/12) malam setelah berbagai DJ terkenal mencuitkannya.

Tapi sebelum itu, video-video lucu memperlihatkan orang-orang meminta 'telolet' ke supir bus yang sudah lebih dulu viral di Facebook.

Tampaknya ada tren 'telolet challenge' dan 'demam telolet' yang sudah beberapa pekan menggerilya dari satu akun ke akun lain.

Dalam video-video yang memancing tawa itu, terlihat ekspresi kegembiraan tersendiri ketika Anda berhasil meminta supir membunyikan klakson dengan lambaian tangan dan teriakan, "Om telolet ommmmmm!" beramai-ramai.

Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka menantikan bus yang membunyikan klakson telolet untuk direkam dan diunggah ke media sosial.© Kompas.com/ Syahrul Munir Anak-anak di Ungaran, Kabupaten Semarang tengah menunggu bus malam yang lewat di Jl Diponegoro Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (11/5/2016) sore. Mereka…Dilihat dari cuitan di akun Twitter milik Martin Garrix yang mengatakan 'What is Om Telolet Om?' pukul 12.28 WIB, Rabu (21/12) kemarin, sudah di retweet hingga 17.387 pengguna Twitter.

Akun Twitter @Firebeatz milik dua DJ asal Belanda yang bernama Jurre van Doeselaar dan Tim Smulders ini, sudah me-remix suara klakson bis-bis yang ada di Indonesia dalam bentuk video di Youtube.

Video yang berdurasi hanya 41 detik tersebut, memperlihatkan bis-bis yang ada di Indonesia beserta para pemburu klakson Telolet dengan diiringi suara klakson yang sudah diremix oleh kedua DJ itu. Video tersebut sudah ditonton lebih dari 25 ribu kali.

Fakta dari suara klakson bus yang berbunyi Telolet tersebut sebenarnya sudah ada sejak enam tahun yang lalu. Lalu pertama kali ada di Jawa Timur dan diikuti beberapa daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Para pemburu Telolet yang kebanyakan anak-anak remaja selalu mengajungkan jempolnya sembari berkata 'Om Telolet Om', dengan harapan pengemudi bis mau membunyikan klakson teloletnya.

Fakta selanjutnya, lomba klakson telolet pernah dilombakan di Sun City Mall, Madiun, Jawa Timur.

Pemburu klakson telolet bahkan hingga nekat masuk ke jalan tol, seperti yang pernah terjadi di jalan tol Gayamsari, Semarang.

Fakta yang terakhir, pemburu klakson dilarang menyalakan flash kamera, agar tidak mengganggu pengemudi bis yang sedang melaju.

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro angkat bicara mengenai fenomena 'Om Telolet Om' di masyarakat. Mereka meminta supir bus tak membunyikan klakson yang berbunyi 'telolet'.

"Kita memohon kepada Polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak karena itu membahayakan keselamatan," kata Nizar.

Nizar mengingatkan membunyikan klakson dengan menyalahi peraturan perundang-undangan sangat membahayakan di jalan raya.

"Karena sesuai undang-undang 22 tahun 2009 klakson bus, mobil, motor dibunyikan hanya untuk peringatan," kata Politikus Gerindra itu.

Mengenai fenomena tersebut di masyarakat, Nizar menyarankan klakson tidak menyalahi aturan dan membahayakan keselamatan bagi anak muda.

"Dan itu kebiasaan buruk yang tidak usah ditiru. Kita memohon kepada polda agar memasang spanduk larangan terhadap anak-anak karena membahayakan kesalamatan karena mengganggu," kata Nizar. (tribun/bbc/fer/berbagai sumber)

Related Search


    Top