Perhatikan, Sebaiknya Minuman Jahe Tidak Diseduh Dengan Air Panas

Posted on

TOPIKTREND.COM, Wedang jahe sudah disukai berbagai masyarakat sebagai teman dalam cuaca dingin. Rasa hangat jahe ketika menyeruput minuman ini dipercaya dapat mencegah dari penyakit flu. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, sebaiknya minuman jahe tidak diseduh dengan air panas.

Jahe memiliki dua manfaat yaitu, dapat digunakan sebagai ramuan bagi kesehatan dan sering digunakan sebagai bumbu masak. Bagian yang digunakan dari jahe ini yaitu akar jahe atau rempang. Dalam penggunaan sebagai obat, jahe biasanya diterapkan untuk obat masuk angin. Selain itu, jahe juga digunakan sebagai obat menyembuhkan sakit kepala, pilek, diabetes, kelelahan, dan mual-mual.

BACA JUGA:   Sering Sakit Kepala Gejala Penyakit Apa? Bisa Jadi Berbahaya

Selama lebih dari 2 ribu tahun, pengobatan di Cina telah merekomendasikan penggunaan jahe sebagai obat dalam menyembuhkan penyakit. Hal ini telah diketahui untuk meningkatkan sirkulasi energi dalam dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh.

Alasan Jahe Tidak Diseduh Dengan Air Panas

Sayangnya, selama ini banya masyarakat yang mengolah jahe dengan merebusnya dan diminum ketika masih panas. Dengan cara tersebut, jahe sudah tidak mengandung senyawa aktif. Misalnya Saphoin dan Flavonoid, karena sudah rusak terkena air panas.

BACA JUGA:   Bingung Cari Cara Mengatasi Susah Tidur di Malam Hari? Inilah Solusinya

Saphoin dan Flavonoid adalah senyawa yang mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh. Kedua senyawa tersebut berperan sebagai antijamur, anti-kanker, hingga dapat menguatkan imun tubuh.

Ciri-Ciri Herbal Flavonoid dan Saphoin

Ciri-ciri herbal yang mengadung dua senyawa tersebut adalah ketika diaduk dengan air akan menghasilkan busa. Namun ketika terkena air panas atau mendidih, kedua senyawa ini akan rusak dan hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *