Banyak Konten Negatif, Penggunaan Gadget di Sekolah Akan Dibatasi

Posted on





Jakarta
Penggunaan gadget atau gawai di lingkungan sekolah tidak selalu membawa dampak positif, sebab internet juga mengandung konten negatif. Untuk itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise bersama 3 menteri lainnya berencana mengatur penggunaan gadget di sekolah.

Yohana bersama Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Kemendikbud yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Chatarina Muliana G, dan Kementerian Agama yang diwakili Kepala Bidang Litbang dan Diklat Kemenag, Abdul Rahman Mas’ud mencanangkan pernyataan menteri tentang pembatasan penggunaan gadget di satuan pendidikan.

Yohana mengatakan penggunaan gawai harus dibatasi di sekolah dan madrasah atau sekitar 8 jam sehari, karena terdapat konten negatif seperti pornografi, diskriminasi SARA, serta dampak terhadap psikologi anak dan kesehatan. Ia menyebut maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak juga diakibatkan konten pornografi.

“Berkaca dengan hal itu maka sudah saatnya kita harus bertindak untuk mengurangi jumlah jam anak dalam memakai gawainya. Untuk itu para orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan dan kementerian lembaga harus melakukan hal yang sama jika kita masih sayang anak anak kita,” kata Yohana, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018).

BACA JUGA:   Live Streaming Babak Perempatfinal Badminton, Greysia Polii-Apriyani Rahayu Main Sengit Lawan Cina

Ia mengimbau penggunaan gadget di sekolah hanya untuk mengakses yang berkaitan dengan pembelajaran. Ia menyebut nantinya akan ada Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama tiga menteri ini untuk mengusulkan pembatasan penggunaan gadget di sekolah.

“Kami beberapa menteri bapak Kominfo dan saya termasuk perwakilan Kemendikbud dan Kemenag telah menyatakan ministrial statement untuk membatasi penggunaan gawai di sekolah dan madrasah. Kami mengharpkan dengan adanya statement yang sudah kami buat berempat maka ke depan bisa diimplementasikan di setiap sekolah dan juga madrasah,” ucap Yohana.

Sementara itu Menkominfo Rudiantara mengatakan anak harus didampingi dan diawasi saat menggunakan gadgetnya. Ia menyebut orang tua harus memberikan pengertian kepada anak mengawasi konten yang diakses.

“Saya Menteri Komunikasi dan Informatika mengimbau agar masyarakat khsusunya orang tua, guru dan pendidik pada institusi formal dan informal untuk pro aktif memantau dan tetap memgang kendali atas penggunaan gawai anak dan peserta didik, baik dengan cara pembatasan waktu dan materi yg di akses, menanamkan pengertian dan menhajak diskusi tentang yang dampak negstif yang timbul dari penggunaan gawai dn konten di dalamnya,” ujar Rudiantara.

BACA JUGA:   Hadiri Penutupan Pembekalan Caleg, JK Disebut Sahabat NasDem

Sedangkan Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud Chatarina Muliana menambahkan, Kemendikbud menyatakan sekolah diharapkan menyusun tata tertib pembatasan penggunaan gadget di sekolah. Hal itu untuk mencegah anak terpapar konten negatif seperti pornografi baik yang diakses melalui internet atau saling tukar antar teman.

“Satuan pendiikan bersma orang tua dan komite sekolah diharapkan menyusun tata tertib sekolah untuk melakukan pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan dan menentukan kebijakan penggunaan gawai yang tepat sebagai media masing-masing sekolah dengan memberikan kesempatan belajar dan keamanan sebagai tujuan utama,” ujar Chatarina.

Sementara itu, Abdul Rahman Mas’ud menyambut baik dengan rencana pembuatan SKB tentang pembatasan penggunaan gawai di sekolah dan madrasah. Nantinya kelanjutan SKB tersebut akan di bahas lebih detail di satuan eselon I.

BACA JUGA:   13 Ton Daging Kurban untuk Korban Gempa Tiba di Lombok

“Saya membacakan pernyataan Menag, saya Menag RI mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya orang tua dan satuan pendidikan agama seperti madrasah, pondok pesantren, untuk meningkatkan peran pengawasan penggunaan gawai demi melindungi mereka dari paparan konten negatif hoax, diskriminasi SARA, pornografi. Hal demikian dilarang karena merendahkan nilai kemanusiaan yang harusnya dijunjung tinggi umat beragama serta membahayakan persatuan bangsa,” ucap Abdul.

(yld/rvk)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Banyak Konten Negatif, Penggunaan Gadget di Sekolah Akan Dibatasi