Curhat Nanto Subkon Lokbin UMKM Ps Minggu yang Belum Dibayar

Posted on




Jakarta
Direktur CV Awan Mitra Sejahtera, Nanto Wibowo Setiawan, bercerita di Facebook karena belum menerima pembayaran terkait proyek revitalisasi lokasi binaan (lokbin) pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nanto merasa ditipu oleh oknum kontraktor dan orang yang mengaku-ngaku dari OK OCE.

Awalnya, Nanto mengaku mendapat tawaran membuat meja dan rak untuk buah yang akan ditempatkan di lokbin Blok A Pasar Minggu. Nanto mengaku tertarik, apalagi pihak yang menawarkan menyebut dana proyek sudah disiapkan.

“Saya dapat tawaran pekerjaan, kebetulan dia (yang menawarkan) itu drafter-nya OK OCE. Kemudian diperkenalkanlah saya sama kontraktornya OK OCE, Hirata, itu kantornya di Pasar Minggu. Kemudian dia bilang ini ada pekerjaan di lokbin Pasar Minggu. Dia bilang, ‘bapak mau ikut nggak?’, saya bilang, ‘boleh deh’. Tapi pertama saya tanya dulu pasti, pembayarannya bagaimana? Terus dia bilang, ‘pembayarannya sudah disiapkan dengan Bank DKI’,” kata Nanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (30/8/2018).


Nanto sama sekali tak mengira pekerjaan itu bermasalah. Sebab, ada sistem pembayaran yang jelas dan DP yang diminta Nanto pun cair. Nilai pekerjaan Nanto mencapai Rp 360 juta dengan DP sebesar 20%.

BACA JUGA:   Nasib OK OCE di Jaksel, 1 Jam Cuma 1 Pembeli

“Jadi, begitu nanti 21 hari kerja setelah peresmian, kita urus berita acara serah terima dan sebagainya, (anggaran) cair, nanti dibayar ke vendor, baru ke kita. Ya sudah kalau pembayaran jelas, saya maju,” terang Nanto.

Nanto diminta untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 1 bulan sebelum diresmikan Sandiaga Uno yang saat itu masih menjadi Wakil Gubernur DKI pada 21 April 2018. Menurutnya, ada beberapa pihak yang bertanggung jawab terhadap revitalisasi lokbin Blok A Pasar Minggu.

“Karena lokasinya di Dinas UMKM Jakarta Selatan. Terus ada juga orang OK OCE, Pak Suci Tariana. Dia Ketua OK OCE. Terus kita meeting kan, dan ada Sudin (suku dinas), OK OCE juga yang terlibat,” terang Nanto.

“DP masuk, kami kerjakan. Kita bikin sesuai pesanan, meja buah untuk di dalam lokbin sama rak buah, kurang lebih ada 170. Mulai pengerjaan itu 1 bulan sebelum peresmian,” imbuhnya.

BACA JUGA:   Perbaikan JPO Hampir Roboh di Depan Samsat Jakbar Butuh 5 Hari

Singkat cerita, lokbin akhirnya diresmikan Sandiaga. Nanto pun mulai mengumpulkan berkas-berkas untuk pencairan dana. Namun, meski sudah satu bulan setelah peresmian, sisa pembayaran belum juga cair.

“Setelah peresmian, kita tagih, kita masukin administrasi dan sebagainya, berita acara serah terima dan sebagainya. Mulai dari situ terlihat kejanggalan dari kontraktor. 21 hari kerja mereka belum, ‘tar dulu mas, dananya belum masuk,’. Satu minggu kita mundurin lagi, dananya belum ada juga,” imbuh Nanto.

Usut punya usut, ternyata Bank DKI tak pernah menyiapkan anggaran untuk revitalisasi lokbin tersebut. Nanto pun tambah kaget karena tidak ada satu pun pihak yang mensponsori revitalisasi lokbin.

“Setelah 1 bulan, pembayaran nggak jelas kita mulai investigasi, sebenarnya proyek ini proyek apa, inisiasi dari siapa sih? Ternyata, ini proyek sponsorship. Kan dari awal bilangnya sudah di backup dari Bank DKI. Proyek sponsorship itu kalau sponsornya bayar, baru bapak dibayar,” ujar Nanto.

Tak hanya Nanto, ada 5 vendor lain yang bernasib serupa. Menurut Nanto, ada dua pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini, pertama dari pihak kontraktor, Hirata dan OK OCE.

BACA JUGA:   MUI Riau akan Telusuri Aliran Sesat yang Ajarkan Kencingi Alquran

“Yang dari Hirata itu Pak Rahmat, dari OK OCE Suci Tariana. Hirata dengan Pak Suci sebenarnya (yang harus tanggung jawab),” terang dia.

Nanto bersama 5 vendor lainnya hingga kini masih menunggu itikad baik dari pihak Hirata dan OK OCE meskipun hingga kini belum . Mereka mengaku belum berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Kita masih tunggu itikad baik. Karena kalau kita lapor polisi kita kehilangan banyak. Belum kalau mereka di penjara, duit kita hangus,” kata Nanto.

(zak/fdn)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Curhat Nanto Subkon Lokbin UMKM Ps Minggu yang Belum Dibayar