Duh! Ada … Tersangka di Kasus Dugaan Suap DPRD Malang

Posted on





Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara maraton menggeledah rumah anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur. Penyelidikan KPK di Kota Malang masih seputar kasus korupsi massal yang menjerat belasan anggota DPRD Kota Malang. Ada berapa tersangka di kasus dugaan suap DPRD Malang?

Dari rangkaian penggeledahan secara maraton digelar penyidik anti rasuah pada Kamis (30/8) kemarin, salah satunya menyasar rumah dari Wakil Ketua DPRD Kota Malang Sony Yudiarto, di Jalan Ciliwung, Blimbing, Kota Malang.

Saat dikonfirmasi detikcom, Sony membenarkan jika kediamannya didatangi penyidik KPK. Dia mengaku tengah berada di luar kota saat KPK mendatangi rumahnya. Sony juga membenarkan langkah penyidikan KPK masih seputar kasus korupsi massal yang menjerat belasan anggota DPRD Kota Malang.

“Untuk kasusnya masih yang dulu (suap APBD Perubahan tahun anggaran 2015),” kata Sony saat dihubungi detikcom, Kamis (30/8). Ketika detikcom bertandang ke alamat rumah Sony, tak menemui penyidik KPK. Ada informasi mereka sudah berpindah ke lokasi lain.
Setelah menggeledah rumah Sony, KPK mendatangi kediaman Mulyanto di Jalan S Supriyadi Gang 8, Kota Malang. Dua polisi bersenjata lengkap mengamankan kegiatan penggeledahan di rumah anggota Komisi C dari Fraksi PKB itu.

BACA JUGA:   5 Sebutan Unik Fans Musisi Indonesia

KPK datang dengan membawa tiga mobil Toyota Kijang Innova warna hitam. Awak media hanya bisa memantau kegiatan penyidik KPK dari luar halaman rumah.

Bambang, Ketua RT setempat mengaku, jika selama ini Mulyanto kontrak di rumah nomor 37 tersebut. Dia sengaja dihadirkan KPK untuk menyaksikan proses penggeledahan.

“Tadi disuruh datang, menyaksikan. Apa saja diperiksa saya tidak tahu, saya hanya duduk saja di dalam,” terang Bambang usai keluar dari kediaman Mulyanto.

BACA JUGA:   Jokowi: Nomor 1 atau 2 Alhamdulillah, Syukuri Saja

Setelah menggeledah rumah sejumlah anggota DPRD Kota Malang, KPK menyatakan tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Kota Malang bertambah lagi. Surat perintah penyidikan sudah diteken.

“Ada tambahan tersangka, sprindik (surat perintah penyidikan) sudah saya tanda tangani dua hari lalu,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada detikcom, Kamis (30/8).

Namun Agus belum menjelaskan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga tak menyebut posisi para tersangka yang baru ditetapkan sebagai penyuap atau pemberi.

Perkara ini berawal dari jeratan KPK terhadap Ketua DPRD Malang 2014-2019 M Arief Wicaksono dan Kadis PU Malang 2015 Jarot Edy Sulistiyono. Keduanya sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

KPK menyebut Anton memberikan suap Rp 700 juta kepada Arief melalui Jarot. Setelah itu, Arief disebut membagikan Rp 600 juta kepada para anggota DPRD Malang terkait dengan pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

BACA JUGA:   Sosok Bripda Puput Calon Istri Ahok di Mata Keluarga

KPK kemudian mengembangkan kasus ini dan menetapkan 19 orang tersangka, yaitu Moch Anton selaku Wali Kota Malang 2013-2018 serta 18 anggota DPRD periode 2014-2019. Kini para tersangka itu telah dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani persidangan.

(nvl/yas)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Duh! Ada … Tersangka di Kasus Dugaan Suap DPRD Malang