KPK Siap Beri Info soal Ketua dan Waka PN Medan ke Bawas MA

Posted on
KPK Siap Beri Info soal Ketua dan Waka PN Medan ke Bawas MAGedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)



Jakarta
KPK siap memberi informasi kepada Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) soal Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan dan wakilnya, Wahyu Prasetyo Wibowo. Hal itu dikarenakan Marsudin dan Wahyu sempat diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT).

“Jika Bawas membutuhkan informasi tentang Ketua atau Wakil Ketua PN yang dibawa KPK dan diperiksa kemarin, nanti tim Bawas bisa mengajukan permintaan informasi pada KPK. Agar dapat diketahui apakah ada atau tidak peristiwa-peristiwa yang mungkin dibutuhkan untuk penegakan etika hakim dan aturan internal lainnya di MA,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (30/8/2018).

BACA JUGA:   Ditanya Soal Raffi Ahmad, Ayu Ting Ting Kok Pose Begini?

Menurut Febri, bantuan berupa informasi juga pernah diberikan KPK kepada Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Saat itu, KPK memberi informasi soal eks Hakim Konstitusi Patrialis Akbar yang sedang menjadi tersangka.

“Hal ini juga pernah dilakukan ketika pihak MKMK melakukan pemeriksaan terhadap fakta-fakta terkait mantan Hakim Konstitusi Partialis Akbar yang saat itu diproses KPK melalui kegiatan tangkap tangan,” ucapnya.
Sebelumnya, Bawas MA memeriksa Marsudin dan Wahyu terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pemeriksaan terhadap hakim Marsudin dan Wahyu dilakukan di salah satu ruangan di PN Medan.

BACA JUGA:   Dor! Bandar Sabu Ditembak Mati di Sumsel

KPK sebelumnya menangkap 4 orang hakim yakni Merry Purba, Sontan Merauke Sinaga termasuk Marsudin dan Wahyu. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, hanya Merry yang dijerat KPK sebagai tersangka.

Merry bersama panitera pengganti PN Medan Helpandi diduga menerima suap dari Tamin Sukardi, seorang terdakwa yang perkaranya diadili Merry.

Merry duduk sebagai hakim anggota bersama Sontan dengan ketua majelis hakim Wahyu. Tamin diduga memberikan SGD 280 ribu atau sekitar Rp 3 miliar ke Merry untuk mempengaruhi putusan perkaranya.

BACA JUGA:   Fadli Posting 'Ternyata Mereka PKI', PPP: Provokasi Itu Sifat PKI

KPK menetapkan Merry, Helpandi, dan Tamin serta orang kepercayaan Tamin bernama Hadi Setiawan sebagai tersangka.

(haf/jbr)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: KPK Siap Beri Info soal Ketua dan Waka PN Medan ke Bawas MA