Misteri Pengiring Pemindahan Ratusan Makam di Depok

Posted on

Jakarta
Ada sejumlah misteri yang mengiringi relokasi ratusan jenazah di Limo, Depok, Jawa Barat. Cerita-cerita ini berasal dari kesaksian orang yang terlibat pemindahan makam.

Sebagaimana tipikal cerita misteri pada umumnya, cerita seram seperti ini tentu saja sulit dibuktikan, ini hanya masalah percaya atau tidak percaya saja. Namun justru di situlah menariknya. Faktanya, cerita tipikal seperti ini memang dituturkan di kehidupan sosial.

Proyek Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) menjadi awal cerita ini. Proyek ini mengharuskan ratusan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grogol dipindahkan ke TPU Kumpi Saribah. Kedua TPU di Kecamatan Limo ini berjarak sekitar 100 meter.

Misteri Pengiring Pemindahan Ratusan Makam di DepokMakam di Limo, Depok, Jawa Barat (Matius Alfons/detikcom)

Sosialisasi pemindahan makam kepada masyarakat sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Maka tak ada perlawanan dari masyarakat setempat. Ada 525 makam yang dipindahkan, hingga Kamis (20/9/2018), sudah ada 231 makam yang dipindahkan, 28 jenazah di antaranya dipindahkan ke lokasi lain atas permintaan keluarga.

Berikut adalah sejumlah misteri yang mengiringi pemindahan ratusan makam di Limo, Depok, Jawa Barat:

1. Bau Wangi di Liang Kubur

Ustaz Rohman (45) selaku salah satu orang yang mengurusi pemindahan makam ini memberikan kesaksiannya. Di liang kubur beberapa makam yang sudah lama, menurutnya, tercium bau wangi.

BACA JUGA:   Jejak Menteri Siti 'Gebuk' Pembakar Hutan dan Menang Rp 466 Miliar

Dari titik mana bau wangi liang kubur itu berasal? Misterius. Yang jelas, dia bersyukur tak ada kendala berarti saat memindahkan jasad dari makam lama ke makam baru yang jaraknya tak jauh dari lokasi.

“Alhamdulillah sih biasa saja, kita urusin dengan kalimat tauhid, alhamdulillah tidak ada kendala apa-apa, di bawah kubur juga alhamdulillah,” kata Rohman di sela-sela rehat menggali, di TPU Kumpi Saribah, Kamis (20/9/2018).

2. Ketukan Pintu dan Ucapan Salam Misterius

Masih menurut kesaksian Rohman si penggali kubur, ada lagi cerita selain bau wangi dari liang lahat. Pada Selasa (18/9) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, ada hal ganjil di rumahnya. Pintunya diketuk, dia mendengar suara ucapan salam namun si pengucap salam tak berhasil ditemuinya.

Misteri Pengiring Pemindahan Ratusan Makam di DepokProses pemindahan makam di TPU Kumpi Saribah Grogol, Limo, Depok

“Saya buka pintu itu tiga kali, ada suara orang ‘assalamualaikum’ nggak ada lagi, orang ‘assalamualaikum’, saya buka lagi nggak ada lagi, buka lagi nggak ada lagi sampai 3 kali berturut-turut. Itu jelas sekali itu assalamualaikum sampai saya jawab ‘waalaikumsalam’, saya duduk lagi sampai akhirnya saya ngomong ‘nanti saya urusin, saya sempurnakan’, baru hilang,” ujar Rohman.
Meski cerita ini terdengar seram, namun Rohman menganggap kejadian itu tidak menakutkan sama sekali. Dia mengaku itu adalah peristiwa biasa saja.

BACA JUGA:   Kartika Putri Sudah Lama Curhat-curhatan soal Habib Usman ke Fenita Arie

3. Jenazah Mak Anih Iti Masih Utuh

Dari relokasi makam ini, muncul kesaksian tentang inkoruptibilitas, yakni jenazah yang tak rusak meski telah lama dikubur. Tidak rusaknya jenazah kemudian dihubungkan dengan perbuatan semasa hidup orang itu.

Jenazah almarhumah Mak Anih Iti yang sudah dikuburkan 42 tahun lalu ditemukan masih utuh. Ketua Koordinator Pekerjaan Pemindahan Makam, Nian Darmawan, mengatakan para penggali kubur dan warga sempat kaget karena sejumlah jasad ditemukan dalam kondisi utuh.

“42 Tahun meninggalnya (masih utuh) itu Mak Anih Iti, Ya semasa hidup dulunya itu guru ngaji lekar” kata Nian kepada Detikcom di TPU Grogol, Jl Pulo Mangga, Grogol, Limo, Depok, Rabu (19/9/2018) kemarin.

Ngaji lekar adalah cari mengaji Alquran tanpa membaca hurufnya, dengan kata lain ngaji lekar mengandalkan tajamnya ingatan. Mak Anih adalah seorang penghafal Alquran dan guru ngaji.

BACA JUGA:   Akhirnya Nikah dengan Habib Usman, Kartika Putri: Aku Juga Kaget!

4. Jenazah Samsudin Juga Masih Utuh

Jasad Samsudin juga tak rusak meski sudah dikuburkan 22 tahun lalu, Nian Darmawan mengaku mengenal baik Samsudin karena rumahnya berdekatan. “Dulu semasa hidup satu RT sama saya, rumahnya beda 4 rumah dari saya,” ucapnya.

Semasa hidup, Samsudin adalah sosok yang baik dan bermasyarakat. Samsudin menurutnya meninggal pada tahun 1996 karena kecelakaan. Saat itu Samsudin meninggalkan istrinya yang masih mengandung enam bulan.

Nian mengatakan proses pemindahan makam berjalan lancar tanpa penolakan dari masyarakat dan ahli waris.

(dnu/dnu)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Misteri Pengiring Pemindahan Ratusan Makam di Depok