Pengacara: Idrus Merasa Tak Pernah Terima Janji Suap USD 1,5 Juta

Posted on




Jakarta
Idrus Marham diduga menerima janji USD 1,5 juta terkait proyek PLTU Riau-1. Namun, Idrus disebut merasa tidak pernah menerima janji tersebut.

“Bang Idrus selama ini tidak pernah merasa menerima uang dari Eni, kemudian juga janji, tidak pernah janji seperti yang selama ini diberitakan USD 1,5 juta,” kata pengacara Idrus, Samsul Huda, saat mendampingi kliennya di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Namun menurut Samsul, selama ini belum pernah ada pertanyaan dari penyidik KPK perihal itu. “Nanti kita tunggu pertanyaannya (dari penyidik),” imbuh Samsul.

BACA JUGA:   Pembangunan Ruko Kepala Dusun di Sumsel yang Tutup Jalan Disetop

Sebelumnya Idrus mengaku akan mengikuti semua proses hukum saat ditahan KPK. Idrus ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengetahui dan memiliki andil dalam penerimaan uang oleh Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Menurut KPK, Eni–yang saat ditangkap menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR–menerima uang dari Kotjo.

Kotjo merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited yang disebut tergabung dalam konsorsium yang bakal menggarap proyek PLTU Riau-1. Eni disebut KPK menerima Rp 4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp 2,25 miliar sekitar Maret dan Juni 2018.

BACA JUGA:   Fahri Hamzah: Indonesia & Ceko Sama dalam Membangun Demokrasi

Uang itu merupakan bagian dari USD 1,5 juta yang disebut KPK dijanjikan Kotjo pada Eni. Janji serupa juga disebut KPK diterima Idrus. Selain itu, Idrus diduga berperan mendorong agar proses penandatanganan purchase power agreement (PPA) jual-beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-1.

(dhn/dhn)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

BACA JUGA:   Gila Traveling Bikin Nadine Chandrawinata Hargai Perbedaan

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Pengacara: Idrus Merasa Tak Pernah Terima Janji Suap USD 1,5 Juta