Sepak Terjang Buwas dari Kabareskrim Hingga Kepala Bulog

Posted on





Jakarta
Aksi Kepala Bulog Budi Waseso yang memprotes kebijakan impor beras oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuai polemik. Sepak terjang Buwas kerap menjadi sorotan saat menjabat Kabareskrim hingga Kepala Bulog.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Bulog, pria yang akrab disapa Buwas itu sebelumnya menjabat Kepala Bareskrim.

Selama menjabat sebagai Kabareskrim sejak awal 2015 lalu, Buwas sudah menangani sejumlah kasus. Sepak terjangnya membuat heboh. Kasus-kasus yang ditangani Komjen Buwas, sebagian besar berhubungan dengan korupsi. Sejumlah pejabat tinggi dibidik oleh Buwas yang lahir di Pati pada 19 Februari 1960 ini.

Buwas membidik pimpinan KPK Abraham Samad dengan kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan tahun 2007 dan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pertemuan dengan petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada saat Pilpres pertengahan 2014.

Kemudian, kasus Bambang Widjojanto yang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menyuruh saksi memberikan keterangan palsu di bawah sumpah dalam sidang sengketa pengurusan Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Kontitusi (MK) tahun 2010 silam. Ketika itu Bambang berprofesi sebagai penasihat hukum calon Bupati Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar.

Ada juga kasus Novel Baswedan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet hingga tewas pada 2004 dan kasus Denny Indrayana yang disangka terlibat dugaan korupsi pada program pembayaran paspor secara elektronik payment gateway.

BACA JUGA:   Lari 100 Meter Asian Games 2018 - Bertarung dengan Senior, Lalu Muhammad Zohri Urutan ke-7

Lulusan akademi kepolisian pada tahun 1984 ini juga membidik kalangan BUMN dan Migas mulai dari kasus dugaan korupsi cetak sawah, kasus dugaan korupsi Kondensat, kasus dugaan pengadaan Crane Pelindo II hingga kasus Pertamina Foundation.

Hampir semua kasus tersebut sudah melewati proses penyidikan. Sebagian ada yang masuk ke penuntutan. Namun belum ada yang bergulir di persidangan.

Pada pertengahan tahun 2015, Buwas dipindahkan menjadi Kepala BNN. Buwas mengungkapkan ada 46.537 kasus narkoba yang diungkap selama tahun 2017. “Pada tahun ini, kami telah bertugas dan telah mengungkap 46.537 kasus narkoba dan 27 kasus tindak pidana pencucian uang,” ujar Buwas di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu 27 Desember 2017.

Kasus narkoba yang ditangani itu meliputi 4,71 ton sabu, 151,22 ton ganja, dan 2.940.748 butir ekstasi. BNN mengamankan 58.346 tersangka narkoba dan 34 tersangka kasus TPPU. Selama 2017, 79 tersangka narkoba telah ditembak mati oleh aparat. Dalam kasus TPPU, BNN menyita barang bukti berupa aset dalam bentuk kendaraan bermotor, properti, tanah, perhiasan, uang tunai, dan uang dalam rekening. Nilai yang disita senilai Rp 105 miliar.

BACA JUGA:   Ganti Rugi 2 Pengamen Cipulir Korban Salah Tangkap Cair Akhir Tahun

Selanjutnya, Buwas memasuki masa pensiun tanggal 28 Februari 2018. Setelah pensiun selama dua bulan, kini Buwas ditunjuk untuk menggantikan Djarot sebagai Dirut Bulog. Sepak terjang Buwas menjadi sorotan setelah melontarkan sikap menolak impor beras lagi.

Buwas beralasan pihaknya harus menyewa gudang Rp 45 miliar demi menampung beras, termasuk menampung gelontoran beras impor. Bila ada lagi beras impor yang datang, entah harus ditaruh di mana lagi.

Namun, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak merasa itu sebagai urusannya. Mendengar respons Enggar terhadap keluhan terkait penuhnya gudang Bulog, yakni respons yang berbunyi “bukan urusan kita”, Buwas panas. Terucaplah umpatan “matamu!”

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi itu samakan pendapat, jadi kalau keluhkan fakta gudang saya bahkan menyewa gudang itu kan cost tambahan. Kalau ada yang jawab soal Bulog sewa gudang bukan urusan kita, mata mu! Itu kita kan sama-sama negara,” papar dia di Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

BACA JUGA:   Melaney Ricardo Hormati Pilihan Kartika Putri Menikah dengan Habib Usman

Buwas berharap agar Kemendag dan Bulog bisa bersinergi mendorong langkah pemerintah menjaga pasokan beras. “Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan itu pemikiran yang tidak bersinergi,” papar dia.

Polemik impor beras terus bergulir. Presiden Joko Widodo diharap segera turun tangan menyelesaikan silang pendapat ini.

Staf Khusus Kepresidenan Ahmad Erani Yustika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan persoalan tersebut kepada publik. “Presiden pasti pada saat yang tepat akan menyampaikan pada publik (terkait persoalan ini). Yang pokok, presiden ingin kebutuhan pokok bisa disediakan kepada masyarakat itu yang menjadi keinginan presiden,” ujar dia.

(aan/jor)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

Let’s block ads! (Why?)


Source: Sepak Terjang Buwas dari Kabareskrim Hingga Kepala Bulog