Miris, Kisah Karyawan Prabowo Tuntut Gaji Selama 4 Tahun

Posted on

TOPIKTREND.COM, Masih ingat pernyataan-pernyataan prabowo yang katanya akan menghapus kemiskinan di Indonesia? apa pernyataannya itu akan jadi kenyataan? atau malah berlebihan yang hanya jadi surga-surga telinga yang didengungkan untuk meraup suara pemilih?

Kalo bagi saya pribadi, ini sangat berlebihan sebab miskin dan kaya itu udah menjadi kodrat manusia, meskipun taraf hidup manusia naik tapi orang miskin itu tetap ada, Amerika saja yang negaranya sangat maju, angka kemiskinan masih berkisar 10 persen keatas.

Sebagaimana dirilis law-justice.co:

Hampir 41 juta orang atau 12,7 persen hidup dalam kemiskinan, 18,5 juta dalam kemiskinan ekstrem, dan anak-anak menjadi satu dari tiga orang miskin, katanya. Amerika Serikat memiliki tingkat kemiskinan pemuda tertinggi di antara negara-negara industri, tambahnya.

Melihat kenyataan ini, menghapus kemiskinan sepertinya mustahil, bisa diibaratkan, menghapus kemiskinan sama seperti menghapus warna hitam, hingga yang ada didunia ini hanyalah warna putih saja.

BACA JUGA:   Video Kebakaran di Batu Pasang Pohuwato-Gorontalo

Nah, boro-boro mau menghapus kemiskinan, wong gaji karyawan saja ga bisa dibayar, kok mau menghapus kemiskinan?

Sebagaimana di kutip dari JPNN,com yang dirilis sejak bulan maret 2018 lalu, berikut kisahnya:

Masalah ketenagakerjaan di PT Kertas Nusantara kembali mencuat kepermukaan. Kali ini, bekas buruh perusahaan milik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu mendatangi Gedung DPR untuk mengadukan soal gaji dan uang pesangon yang belum juga dibayar.

Para anggota serikat pekerja itu telah menginap di depan pintu masuk DPR selama enam hari. Mereka memohon kepada anggota dewan agar berdialog dengan perusahaan untuk membayar kewajiban.

“Tuntutan kami dari 2014 sampai sekarang itu tidak ada pembayaran untuk gaji plus PHK dan pensiun baik yang pensiun maupun meninggal dunia. Ada beberapa item yang lain juga ada tapi yang jelas masalah yang mendasar adalah masalah gaji dan masalah PHK,” ujar Ketua Serikat Pekerja Perkayuan dan Kehutanan PT Kertas Nusantara Indra Alam di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/3).

BACA JUGA:   Mayat siswa SMA korban banjir Magetan ditemukan Warga Saat Pergi Mancing

Indra juga menuntut Komisi IX, untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran di PT Kertas Nusantara dengan memanggil pimpinan perusahan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Sejauh ini Indra mengaku telah menemui Komisi IX DPR RI dan dijanjikan akan diadakan RPDU dalam minggu ini. Namun, sampai saat ini informasi RDPU tersebut belum ada kejelasan.

“Saya menyayangkan tidak ada kejelasan terus terang kami dari daerah dengan biaya urunan. Kondisi kami sepeti ini. Yang jelas kami ingin RDPU komisi IX dengan PT Kertas Nusantara kertas untuk bisa ditindak lanjuti setuntas-tuntasnya,” ujarnya.

BACA JUGA:   10 Gaya hijab Zara, putri Ridwan Kamil yang mirip Nissa Sabyan

Indra tidak peduli jika ada pihak yang beranggapan bahwa aksi yang dilakukan pihaknya berbau unsur politik. Menurut Indra aksi ini adalah murni tuntutan dari karyawan PT Kertas Nusantara yang meminta keadilan.

Bahkan aksi yang dilakukan sempat dihalang-halangi oleh kader Partai Gerindra dengan merampas spanduk. Padahal tuntutan yang dilayangkan pihaknya tidak besingungan dengan Partai.

Bagaimana menurut anda?

Sumber: https://www.jpnn.com/news/tuntut-gaji-bekas-buruh-perusahaan-prabowo-geruduk-dpr?page=2

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180614211233-92-306178/karyawan-kertas-nusantara-tagih-gaji-dan-thr-mandek-4-tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *