Fakta Ini Beberkan Salah Satu Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Tolak Doktrin Ayahnya

Yaitu, anak-anak Anton dan Puspitasari diminta untuk mengaku home schooling saat ditanya oleh tetangga.

Padahal, mereka tak sekolah sama sekali.

"Faktanya, selama ini anak mereka di paksa mengaku home schooling padahal tidak bersekolah sama sekali," kata Irjen Machfud Arifin.

"Usaha ini agar anak mereka tidak berinteraksi dengan orang lain."

Namun, AR terang-terangan menolak doktrin orangtuanya dan memilih hidup dengan caranya sendiri.

Ia memilih untuk tetap bersekolah hingga hidup bersama neneknya.

"Ada satu anak dewasa yang di Rusun Wonocolo itu menolak ikut ajaran dari orangtuanya," kata Kapolda Jatim.

"Ia memilih untuk tetap bersekolah dan ikut dengan neneknya," lanjutnya.

Sayang di hari kejadian ia berada di rumah orang tuanya. Ia pun tak tahu soal rencana orang tuanya yang akan meledakkan bom.

Ketika bom hendak diledakkan, AR sempat menghindar. Sehingga ia pun bisa selamat dan hanya terluka sedikit.

Beda dengan kedua adiknya yang masih kecil. Mereka terluka parah.

AR pun langsung menolong dua adik bungsunya saat terluka akibat bom orangtuanya.

Ia melarikan kedua adiknya ke rumah sakit. Mereka kini sedang dirawat Rumah Sakit Bhayangkara.

Sedangkan, orangtua AR dan kakaknya tewas karena bom sendiri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anak Pelaku Bom Bunuh Diri Sidoarjo Beberkan Kisah Tolak Doktrin Ayahnya, http://www.tribunnews.com/regional/2018/05/15/anak-pelaku-bom-bunuh-diri-sidoarjo-beberkan-kisah-tolak-doktrin-ayahnya?page=all.

Editor: Sugiyarto