Jadwal Pengumuman Awal Puasa Ramadhan 2018, Insya Allah Bersamaan

325 views

"Kemenag akan menurunkan sejumlah pemantau hilal di seluruh provinsi di Indonesia," ujar Juraidi. Nantinya, hasil rukyatul hilal dan data hisab posisi hilal awal akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadhan.

"Sidangnya tertutup, sebagaimana itsbat awal Ramadhan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang," kata Juraidi.

Sidang itsbat mendatang akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kemudian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, serta pakar falak dari ormas-ormas Islam dan lainnya.

"Ini sebagai wujud kebersamaan pemerintah dengan ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama," tutur Juraidi.

Awal Puasa 17 Mei 2018
Sementara, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Jawa Barat, melalui Lembaga Falkiyah telah menetapkan awal dan akhir puasa Ramadan 2018 M atau 1439 H.

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jabar, KH. Masluh As Syakandari, menyampaikan penjelasan melalui keterangan tertulis mengenai awal dan akhir Ramadan 1439 H, dari sisi ilmu falak.

"Awal bulan Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018. Karena hilal tidak dapat dilihat (belum muncul) sehingga bulan sya'ban digenapkan menjadi 30 hari," demikian bunyi keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, di Kota Bandung, Kamis (10/5/2018), malam.

Akhir bulan Ramadan, tepat pada hari Kamis, 15 Juni 2018. Pasalnya, ketinggian hilal pada saat terbenam matahari sangat mungkin untuk dilihat dari semua titik pengamatan di wilayah Indonesia.

Masluh mengatakan dalam menetapkan awal bulan hijriyah, NU berpedoman kepada pengamatan hilal (rukyatul hilal), sesuai dengan Hadits Nabi.

"Awali dan akhiri puasa dengan melihat hilal, jika tidak dapat dilihat genapkanlah bilangan bulan (sya'ban), menjadi 30 hari," ujar Masluh.