Jokowi Teken PP, Pelapor Korupsi Kini Bisa Dapat Hadiah Rp 200 Juta

Posted on

Penghargaan berupa premi, besaran premi diberikan sebesar dua permil dari jumlah kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan kepada negara.

“Besaran premi yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah),” tulis Pasal 17 ayat 2.

Sedangkan, Pasal 17 ayat 3 menyebutkan, dalam hal tindak pidana korupsi berupa suap, ‎besaran premi diberikan sebesar dua permil dari uang suap dan/atau uang dari hasil lelang barang rampasan.

BACA JUGA:   Potret makeup artist Indonesia Ryan Ogilvy dengan model & seleb dunia

“Besaran premi yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling banyak Rp 10.000.000,” tulis ayat 4 di PP tersebut.

Menurut PP 43/2018 itu, masyarakat dapat memberikan informasi mengenai dugaan tindak pidana korupsi kepada pejabat yang berwenang pada badan publik atau pun penegak hukum.

Pelapor wajib melampirkan fotokopi KTP atau identitas diri lain dan dokumen atau keterangan terkait tindak pidana korupsi yang dilaporkan, dimana setelah melaporkan, pelapor juga berhak mendapatkan perlindungan hukum.

BACA JUGA:   Bangkrut, Matahari Tutup Dua Gerai Susul Ramayana

Penegak hukum nantinya, akan melakukan penilaian terhadap tingkat kebenaran laporan yang disampaikan oleh pelapor dalam upaya pemberantasan atau pengungkapan tindak pidana korupsi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Teken Peraturan Pemerintah, Pelapor Korupsi Bisa Dapat Rp 200 Juta, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/09/presiden-teken-peraturan-pemerintah-pelapor-korupsi-bisa-dapat-rp-200-juta.
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *