Konsumsi makanan pedas bantu atasi migrain, mitos atau fakta?

Posted on

Brilio.net – Meski bukan bagian dari empat rasa dasar (manis, pahit, asin dan asam) yang bisa dirasakan lidah, rasa pedas menjadi favorit banyak orang. Rasa pedas sendiri merupakan rasa nyeri dan panas yang dirasakan lidah akibat kandungan zat capsaicin di cabai.

Terlepas dari hal tersebut, kamu mungkin pernah mendengar jika sedang merasa sakit kepala atau migrain bisa disembuhkan dengan cara mengonsumsi makanan pedas. Atau kamu sudah pernah melakukan hal tersebut?

Lalu apakah benar makanan pedas bisa membantu mengatasi sakit kepala atau migrain yang menyerang? Dan jika benar, sebenarnya bagaimana cara dan proses tubuh merespons rasa pedas sehingga bisa menghilangkan rasa sakit kepala tersebut?

Daripada hanya bisa menduga-duga, yuk simak penjelasannya ini seperti yang sudah dirangkum brilio.net dari hellosehat.com, Kamis (20/9).

BACA JUGA:   Video Gaya Hidup Putri Setya Novanto Bikin Netizen Gerah

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan pedas merupakan salah satu jenis makanan yang digemari banyak orang. Bahkan tidak sedikit yang sengaja mengonsumsinya ketika sedang sakit kepala atau migrain untuk mengatasinya.

Nah hal tersebut ternyata sudah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Headache and Pain, menunjukkan jika mengonsumsi sup pedas dan panas dapat mengurangi rasa sakit dan migrain yang menyerang kepala.<!–

var player_video_url = “https://play.brilio.net/”;
var xhttp = new XMLHttpRequest();
xhttp.onreadystatechange = function() {
if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {
document.getElementById(“middle-video”).innerHTML = this.responseText;
var script = document.createElement(“script”);
script.setAttribute(‘src’,”https://cdn.brilio.net/static/js/brilio.net/www3/1.2.3/middle-video.js”);
document.getElementById(“middle-video”).appendChild(script);
}
};
xhttp.open(“GET”, “/box/ajax-box/box_middle_video.html”, true);
xhttp.send();
–>

Selain itu, jurnal Nature Chemical Biology, menyatakan bahwa mengonsumsi makan pedas akan menimbulkan respons yang sama ketika tubuh mengalami luka, peradangan atau infeksi akibat bakteri. Sehingga, tubuh secara alami mengeluarkan seluruh ‘senjata’ untuk menyembuhkan dan mengatasi peradangan atau infeksi yang terjadi. Hal ini akan membuat sistem kekebalan tubuh meningkat sesaat setelah makan pedas, karena saat itu tubuh bekerja untuk menekan rasa sakit dari pedasnya cabai dengan sistem imun yang dimiliki.

BACA JUGA:   3 Fitur terbaru WhatsApp ini bikin obrolan kamu makin asyik

Journal of Headache and Pain menyebutkan ketika mengonsumsi makanan pedas, saraf lidah akan memberikan sinyal rasa pedas dalam bentuk rasa sakit dan panas ke otak. Bagian otak yang menerima sinyal rasa pedas ini disebut dengan Transient Receptor Potencial (TRP). TRP sendiri berperan dalam merangsang berbagai sensasi, seperti sensasi panas, rasa sakit, dingin dan hangat.

Dengan begitu, saat rasa sakit menyerang, seperti migrain, maka TRP akan menjadi aktif dan menekan rasa sakit itu muncul. Sehingga rasa sakit yang kamu rasakan akan berkurang.

BACA JUGA:   10 Reaksi kocak soal Reza Rahardian jadi dosen, mahasiswi auto rajin

Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah meski dapat mengatasi rasa migrain atau sakit kepala, bukan berarti kamu bisa terus mengonsumsi makanan pedas untuk mengurangi rasa sakit kepala. Pasalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas juga tidak baik untuk lambung dan usus. Ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter jika rasa sakit kepala dan migrain tak kunjung berhenti dirasakan.

Let’s block ads! (Why?)


Source: Konsumsi makanan pedas bantu atasi migrain, mitos atau fakta?