Mencicipi eksklusivitas di balik glamornya GP Formula 1 Singapura

Posted on

Brilio.net – Grand Prix Formula 1 Singapura atau yang bernama resmi Formula 1 Singapore Airlines Singapore Grand Prix 2018, telah berakhir. Namun euphoria balapan jet darat yang digelar malam hari sejak 2008 itu masih membekas di hati banyak penonton langsung di sirkuit, termasuk Brilio.net.

GP Formula 1 Singapura (GP Singapura) terbilang sukses. Menurut laporan promotor sebagaimana dikutip dari The Straits Times, ada lebih dari 263.000 pengunjung dalam perhelatan 3 hari tersebut. Jumlah ini melebihi acara tahun lalu sejumlah 260.400 pengunjung.

Semua pengunjung yang hadir menjadi saksi Lewis Hamilton membawa pulang tropi juara GP ke-11 musim ini, Minggu (16/9) lalu di Sirkuit Marina Bay. Driver Mercedes tersebut berhasil membukukan waktu 1 jam 51 menit 11,611 detik setelah melibas 61 lap.

Selain diselenggarakan pada malam hari, keunikan GP Singapura adalah menggunakan jalanan umum Marina Bay Street sebagai lintasan. Arena balap sepanjang 5,065 kilometer ini diakui sangat menantang oleh driver, di mana sisi kanan dan kiri sudah dipagar beton dengan lebar relatif sempit. Lintasan seperti ini sungguh menantang karena risiko mobil membentur pagar hingga timbul percikan api bisa sangat tinggi.

Kemegahan tampak di sekitar lintasan balap terutama setelah matahari tenggelam. Penerangan sekitar 1.600 lampu menghiasi Marina Bay Street di berbagai sudut hingga pendarnya bisa dilihat dari atas langit Singapura.

foto: f1-fansite.com

Nah, seperti apa sih hingar bingar dan keglamoran penyelenggaraan GP Singapura? Brilio.net beruntung mendapat kesempatan dari Singapore Tourism Board (STB), Badan Pariwisata Singapura, untuk mencicipinya selama tiga hari, 14-16 September.

Tak sendiri, Brilio.net bersama rombongan dari Jakarta sebanyak 4 orang merasakan rangkaian acara GP Singapura . Dua di antaranya adalah Christian Sugiono dan Titi Kamal sebagai Key Opinion Leader (KOL) STB.

Hari pertama dimulai dengan networking night di Sky Suit, kawasan Marina Bay pada pukul 19.00 waktu Singapura. Bertolak naik kapal ferry dari Bayfront North Jetty Point, di sebelah ArtScience Museum, kami menyeberangi Sungai Singapura.

Kiri ke kanan: Pass ID masuk Sky Suit, nonton babak kualifikasi, Amber Loung, nonton final sekaligus konser Dua Lipa dan Martin Garrix (foto: Brilio.net/Agustin Wahyuningsih)

Setelah melintasi Sungai Singapura selama kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampai di lokasi tujuan. Sky Suit ternyata bangunan temporer membentuk huruf L. Letaknya berhadapan persis dengan belokan pertama balapan F1 setelah titik start. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai, termasuk rooftop paling atas.

Para tamu undangan STB yang hampir 100 orang menempati sebuah ruangan di lantai kedua. Mereka terdiri dari jurnalis, blogger, vlogger, dan lain-lain dari berbagai negara.

BACA JUGA:   Usai putus cinta di Eropa, dokter ini malah bertemu jodoh karena bisul

Christian Sugiono mengaku sangat menyukai balapan F1 (foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih)

Menunggu acara networking dimulai, perwakilan STB mengajak seluruh undangan berkeliling ruangan Sky Suit tersebut. Kami diperkenalkan dengan DJ dari CÉ LA VI Club yang siap menemani tamu menikmati acara, chef yang akan memanjakan lidah setiap orang di sana dari SKAI Swissôtel The Stamford dengan berbagai olahan dagingnya, hingga menikmati racikan minuman khas Woobar dari W Hotel.

Bubble Bath, minuman racikan Woobar yang terdiri dari serai, melati, vodka, jahe, dan madu (foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih)

Sore itu, Lewis Hamilton dan kawan-kawan latihan. Bukan hanya driver F1 yang melintas, driver-driver Ferrari juga menjajal arena balap. Mereka tengah mengikuti Ferrari Challenge Asia Pacific Singapura dengan jumlah sesi dan waktu di trek terbatas.

Menariknya, pemenang dalam challenge tersebut adalah driver dari Jakarta, Renaldi Hutasoit. Nantinya, dialah yang membuat Indonesia Raya berkumandang di Sirkuit Marina Bay, Minggu (16/9).

Semakin malam, keindahan sekeliling Sky Suit semakin fantastis, terlebih jika dinikmati dari rooftop. Lampu-lampu area Sirkuit Marina Bay maupun gedung-gedung pencakar langit berpadu menyuguhkan keindahan.

foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih

Usai menikmati lanskap kota kawasan Marina Bay dari atas, Brilio.net kembali ke ruangan. Tak berselang lama, sambutan dari manajemen STB berlangsung. Disusul ramah tamah menikmati hidangan yang disediakan.

Malam networking selesai sekitar pukul 21.00. Ketika perjalanan kembali pulang, tamu undangan bisa sejenak menikmati pemandangan cantik sepanjang Sungai Singapura tanpa kepanasan seperti saat berangkat.

Pemandangan ArtScience Museum dan SkyPark hotel Marina Bay Sands dari kapal ferry yang akan berlabuh (foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih)


Mencicipi pesta VIP yang dihadiri para driver F1 dan kalangan ‘Crazy Rich Asians’ Singapura

Kehidupan di luar arena balap F1 begitu gemerlap. Salah satunya adalah Amber Lounge, pesta eksklusif setiap seri Grand Prix berlangsung. Pesta ini dihadiri para driver F1, selebriti, hingga kalangan jet set. Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan masuk Amber Lounge, termasuk para undangan yang terdiri dari jurnalis media, blogger maupun vlogger, hingga para influencer.<!–

var player_video_url = “https://play.brilio.net/”;
var xhttp = new XMLHttpRequest();
xhttp.onreadystatechange = function() {
if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {
document.getElementById(“middle-video”).innerHTML = this.responseText;
var script = document.createElement(“script”);
script.setAttribute(‘src’,”https://cdn.brilio.net/static/js/brilio.net/www3/1.2.3/middle-video.js”);
document.getElementById(“middle-video”).appendChild(script);
}
};
xhttp.open(“GET”, “/box/ajax-box/box_middle_video.html”, true);
xhttp.send();
–>

Datang 5 menit sebelum pintu masuk ke Amber Lounge dibuka, Brilio.net menunggu seperti tamu undangan lain. Sesekali dari mereka mengabadikan potret diri dengan background ikonik Amber Lounge.

BACA JUGA:   Viral, Siapa Sangka Miss Indonesia 2011 Ini Terseret dalam Kehidupan Pengacara Setya Novanto, Kisahnya Memilukan!

foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih

Ketika akhirnya pintu masuk dibuka, tamu undangan mulai mengantre. Para wanita cantik yang mengenakan sexy lace mask masquerade menyambut kami dan memasangkan gelang bertuliskan Amber Lounge begitu ketat di tangan kiri setiap tamu. Tamu yang berada di sini, tidak boleh keluar sebelum jam 12 malam.

Suasana ruangan di dalam Amber Lounge remang-remang, hanya berhiaskan kelap-kelip lampu disko. Diiringi dentuman electronic dance music (EDM), mata menangkap kerumunan orang di berbagai sudut ruangan Amber Lounge. Semua tamu berbusana glamor, khas sosialita.

Selain itu, terdapat tatanan sofa di berbagai sisi ruangan Amber Lounge, bar dengan koleksi minuman beralkohol, sampai stage catwalk berbentuk huruf A yang menjadi tempat performer tampil menyanyi maupun para model atau driver F1 menjalani fashion show.

Ilustrasi fashion show para driver F1 di Amber Lounge Singapura (foto: sg.asia-city.com)

Dua Lipa dan Martin Garrix menyulap lapangan olahraga jadi lantai dance party

Sejak sore, Minggu (16/9), orang-orang sudah berduyun-duyun menuju venue menonton balapan F1. Ada 5 zona yang disediakan untuk menikmati gelaran akbar ini. Venue nonton Brilio.net pada malam final di Padang Grandstand yang berada di zona 4. Di Padang Grandstand inilah penonton bisa menikmati konser musik sekaligus balapan. Kali ini, semua penonton menunggu penampilan penyanyi berkebangsaan Inggris, Dua Lipa.

Langit masih cukup benderang menjelang pukul 18.00 meski mendung menyelimuti. Semakin lama semakin banyak pengunjung. Anak muda, orang tua, hingga anak-anak dari berbagai negara menjejali lapangan Padang. Sambil menunggu Dua Lipa tampil, ada di antara mereka memegang segelas cup minuman beralkohol, ngemil snack, atau sibuk berselfie bersama kawan-kawan.

Sekalinya Dua Lipa muncul dengan lagu Blow Your Mind (Mwah), spontan saja massa di segala penjuru Padang Grandstand berteriak histeris lantas ikut nyanyi bersama cewek 23 tahun tersebut.

Selama tampil di konser GP Singapura , Dua Lipa membawakan lagu No Lie, Be the One, New Rules hingga akhirnya ditutup dengan I Don’t Give A F*ck (IDGF).

Dua Lipa dan Martin Garrix di GP Singapura (foto: @pixielevinson via Instagram/@dualipa)

Puas dengan penampilan Dua Lipa, sekitar pukul 19.00 sejumlah penonton beralih dari depan panggung untuk mengambil posisi ternyaman nonton final balapan F1 yang dimulai pukul 20.00.

Posisi duduk Brilio.net di tribun Padang Grandstand berada di baris pertama, paling dekat dengan lintasan. Meskipun pandangan mata terhalang pagar, tak mengurangi antusiasme.

BACA JUGA:   Gelar pengajian khatam Alquran, penampilan Maia Estianty jadi sorotan

foto: Brilio.net /Agustin Wahyuningsih

Dalam final, hawa persaingan sengit terlihat. Sesekali terdengar suara penonton bertepuk tangan riuh ketika driver favorit mereka melintas atau mengungguli driver lain.

Selama kurang lebih 2,5 jam menonton 20 driver F1 menaklukkan Sirkuit Marina Bay, seluruh penonton menyaksikan Lewis Hamilton melakukan selebrasi kemenangan. Disusul kemudian semarak kembang api yang mewarnai langit Sirkuit Marina Bay.

Usai itu, kami semua turun kembali ke area konser. Di sana, DJ Belanda Martin Garrix sudah bersiap merayakan euforia pesta GP Singapura. Tangannya lihai meramu musik party yang mengiringi para penonton meluapkan rasa puas dan bahagia. Dia juga sempat berduet dengan Dua Lipa membawakan lagu hits mereka sejak 2017, Scared To Be Lonely.

Berkat Martin Garrix, lapangan Padang yang sehari-harinya digunakan untuk aktivitas olahraga, seketika jadi lantai dance party. Bahkan ada cewek bule yang beratraksi layaknya dancer profesional, sampai-sampai tengkurap sambil meliuk-liuk di atas tanah lapangan.

GP Singapura telah meninggalkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang nonton langsung, termasuk salah satu warga Indonesia yang kebetulan satu pesawat dengan Brilio.net kembali ke Indonesia.

Lina (32) yang saat itu pulang bersama sang anak, menyatakan bahwa setiap tahun sang suami nonton balapan F1, baik di Singapura atau Malaysia. Saat ikut sang suami nonton, semula Lina berpikir suara balapan F1 akan membuatnya pusing. Faktanya, justru tak demikian.

Ibu muda berjilbab ini juga tak melewatkan konser Dua Lipa lantaran anaknya, Fairel ( 6,5), fans berat penyanyi tersebut. Lina mengaku sudah sejak jam 3 sore menunggu di depan panggung utama.

Meski capek-capek berdiri dan berada di tengah kerumunan banyak orang, Lina puas dengan rangkaian acara GP Singapura. Dia juga mengakui pihak panitia konser ramah saat menegur, dan dandanan Dua Lipa tampak natural, alih-alih menor.

Well, para pengunjung GP Singapura bisa mimpi indah, membawa pulang cerita-cerita seru ke negaranya, dan pasti sangat bangga membagikannya di media sosial. Menurut pantauan Brilio.net pada Kamis (20/9) di Instagram, ada lebih dari 152 ribu kiriman dengan hashtag resmi #SingaporeGP. GP Singapura benar-benar telah memikat hati banyak orang. Sobat Brilio salah satunya?

Let’s block ads! (Why?)


Source: Mencicipi eksklusivitas di balik glamornya GP Formula 1 Singapura