Selamat datang para siswa dan guru yang bersemangat untuk menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027! Kurikulum Merdeka terus menjadi fondasi penting dalam pendidikan kita, mendorong pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, berpusat pada peserta didik, dan melatih kemampuan berpikir kritis serta kolaborasi. Untuk membantu Anda memahami lebih dalam materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang SMP, khususnya Kelas 7, kami telah menyiapkan panduan lengkap.
Artikel ini secara spesifik akan membahas materi Bab 3: Zat dan Perubahannya dari Buku IPA Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada halaman 75-80. Materi ini sangat fundamental untuk memahami dunia di sekitar kita, dari proses sederhana hingga fenomena kompleks. Dalam era pendidikan 2026, pemahaman konsep ini bukan hanya untuk ujian, tetapi juga untuk mengasah nalar ilmiah yang relevan dengan perkembangan teknologi dan isu lingkungan global.
Mengenal Pendekatan Kurikulum Merdeka dalam Bab 3: Zat dan Perubahannya
Bab “Zat dan Perubahannya” di Kurikulum Merdeka tidak lagi sekadar menghafal definisi. Fokusnya adalah bagaimana siswa dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan bahkan memprediksi perubahan-perubahan yang terjadi pada zat di kehidupan sehari-hari. Ini mencakup:
- Membedakan sifat fisik dan kimia zat.
- Mengidentifikasi perubahan fisika dan kimia beserta contohnya.
- Memahami konsep campuran dan senyawa, serta cara pemisahannya.
- Menerapkan pengetahuan tentang zat dalam konteks lingkungan dan teknologi terkini.
Dengan 10 soal dan kunci jawaban di bawah ini, kami berharap dapat membantu Anda mengukur pemahaman, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, dan mempersiapkan diri menghadapi asesmen di Tahun Ajaran 2026/2027.
10 Soal Latihan IPA Kelas 7 Kurikulum Merdeka: Bab 3 Zat dan Perubahannya
Bagian A: Pilihan Ganda (6 Soal)
- Air yang mendidih hingga berubah menjadi uap merupakan contoh perubahan…
- Kimia
- Fisika
- Biologi
- Nuklir
- Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri perubahan kimia adalah…
- Terbentuknya zat baru
- Terjadi perubahan warna
- Perubahan wujud zat tanpa mengubah identitasnya
- Dihasilkan gas atau endapan
- Proses pemisahan campuran yang memanfaatkan perbedaan titik didih komponen-komponennya disebut…
- Filtrasi
- Dekantasi
- Distilasi
- Kromatografi
- Sebuah larutan garam dapur dalam air dikategorikan sebagai…
- Unsur
- Senyawa
- Campuran homogen
- Campuran heterogen
- Reaksi pembakaran kayu hingga menjadi abu adalah contoh perubahan kimia karena…
- Kayu berubah bentuk
- Terjadi pelepasan panas
- Terbentuk zat baru yaitu abu
- Kayu menjadi lebih ringan
- Pada tahun 2026, teknologi pemurnian air semakin canggih. Salah satu metode yang digunakan untuk memisahkan partikel padat tersuspensi dalam air adalah…
- Evaporasi
- Destilasi
- Filtrasi
- Sublimasi
Bagian B: Esai Singkat (4 Soal)
- Jelaskan perbedaan mendasar antara unsur dan senyawa, berikan masing-masing 2 contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di tahun 2026!
- Gambarkan skema sederhana pemisahan campuran pasir dan garam menggunakan metode filtrasi dan evaporasi!
- Sebuah zat cair dipanaskan hingga menguap sempurna. Setelah uap didinginkan, zat cair tersebut kembali terbentuk. Apakah jenis perubahan yang terjadi? Jelaskan alasannya!
- Bagaimana aplikasi pemahaman tentang sifat-sifat zat dan perubahannya dapat membantu dalam pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang semakin banyak pada tahun 2026? Sebutkan setidaknya dua contoh!
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Bagian A: Pilihan Ganda
- Jawaban: b. Fisika
Pembahasan: Perubahan fisika adalah perubahan wujud zat yang tidak menghasilkan zat baru, hanya mengubah bentuk atau fase zat tersebut. Air yang menjadi uap tetaplah air (H2O), hanya wujudnya berubah.
- Jawaban: c. Perubahan wujud zat tanpa mengubah identitasnya
Pembahasan: Pilihan c adalah ciri perubahan fisika. Perubahan kimia selalu menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat asalnya.
- Jawaban: c. Distilasi
Pembahasan: Distilasi atau penyulingan adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen penyusunnya. Ini sering digunakan untuk memurnikan cairan.
- Jawaban: c. Campuran homogen
Pembahasan: Larutan garam dapur dalam air adalah campuran homogen karena garam terlarut sempurna dalam air dan tidak dapat dibedakan lagi komponen penyusunnya secara kasat mata. Ini adalah salah satu contoh larutan.
- Jawaban: c. Terbentuk zat baru yaitu abu
Pembahasan: Pembakaran kayu merupakan perubahan kimia karena kayu (selulosa) bereaksi dengan oksigen menghasilkan zat baru seperti karbon dioksida, uap air, dan abu. Sifat abu sangat berbeda dengan kayu asalnya.
- Jawaban: c. Filtrasi
Pembahasan: Filtrasi (penyaringan) adalah metode yang efektif untuk memisahkan partikel padat yang tidak larut dari suatu cairan atau gas. Ini prinsip dasar dalam banyak sistem pemurnian air modern, termasuk yang semakin efisien di tahun 2026.
Bagian B: Esai Singkat
-
Jawaban:
- Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Unsur hanya terdiri dari satu jenis atom. Contoh: Oksigen (O2) di udara yang kita hirup, Emas (Au) pada komponen mikroelektronik yang semakin canggih di tahun 2026.
- Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari gabungan dua atau lebih unsur secara kimia dengan perbandingan tertentu. Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui reaksi kimia. Contoh: Air (H2O), Karbon Dioksida (CO2) yang merupakan hasil pembakaran atau emisi industri di perkotaan 2026.
-
Jawaban:
Skema sederhana pemisahan pasir dan garam:
- Pelarutan: Campur pasir dan garam dengan air, aduk hingga garam larut sempurna. (Pasir tidak larut)
- Filtrasi: Saring campuran menggunakan kertas saring. Pasir akan tertahan di kertas saring sebagai residu, sedangkan larutan garam (filtrat) akan melewati saringan.
- Evaporasi: Panaskan filtrat (larutan garam) hingga air menguap. Garam akan tertinggal sebagai residu padat di wadah.
-
Jawaban: Jenis perubahan yang terjadi adalah perubahan fisika.
Alasan: Zat cair tersebut hanya mengalami perubahan wujud dari cair menjadi gas (menguap) dan kembali lagi menjadi cair (mengkondensasi). Tidak ada zat baru yang terbentuk; identitas kimia zat tersebut tetap sama meskipun wujudnya berubah.
-
Jawaban: Pemahaman tentang sifat-sifat zat dan perubahannya sangat krusial dalam pengelolaan limbah elektronik (e-waste) di tahun 2026 yang semakin kompleks. Dua contoh aplikasinya:
- Pemisahan Logam Berharga: E-waste mengandung berbagai logam berharga (emas, perak, tembaga) dan juga logam berbahaya. Dengan memahami sifat kimia dan titik leleh logam-logam ini, proses pemisahan dapat dilakukan melalui smelting (peleburan) atau hidrometalurgi (menggunakan larutan kimia) untuk mendaur ulang komponen bernilai dan mengurangi penambangan baru.
- Netralisasi Bahan Berbahaya: Banyak komponen elektronik mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Memahami sifat reaktivitas kimia zat-zat ini memungkinkan pengembangan metode netralisasi atau stabilisasi sebelum dibuang, mencegah pencemaran lingkungan yang masif.
Dengan mempelajari 10 soal ini, diharapkan pemahaman Anda tentang Bab 3: Zat dan Perubahannya semakin mendalam. Ingat, Kurikulum Merdeka mendorong Anda untuk menjadi pembelajar aktif dan kritis, bukan sekadar menghafal. Selamat belajar dan semoga sukses di Tahun Ajaran 2026/2027!
Disclaimer: Artikel ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan nasihat keuangan atau saran investasi resmi. Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum mengambil keputusan.






