Mendes Yandri Dorong Potensi Desa Cikolelet Tembus Pasar Ekspor

Sumber Gambar: https://news.detik.com/berita/d-8639100/mendes-yandri-dorong-potensi-desa-cikolelet-tembus-pasar-ekspor

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara aktif mendorong potensi Desa Cikolelet di Kabupaten Serang untuk menembus pasar ekspor, sekaligus memuji keberhasilan desa tersebut dalam melestarikan kekayaan dan potensi lokalnya. Yandri juga mengajak seluruh warga desa untuk turut menyukseskan rangkaian Festival Cikolelet yang direncanakan berlangsung hingga 17 September 2026.

Pernyataan ini disampaikan Yandri saat menghadiri Festival Cikolelet VI Tahun 2026 di alun-alun Desa Wisata Cikolelet, bersama Bupati Serang, Ratu Rachmatu Zakiyah, pada Jumat (28/6) malam, sebagaimana dilansir dari https://news.detik.com/berita/rss. Dalam kesempatan itu, Yandri menekankan pentingnya menjaga budaya dan kearifan lokal. Ia juga memaparkan bahwa Kementeriannya sedang menggenjot berbagai program strategis seperti Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Pemuda Pelopor Desa, yang dirancang untuk memperkuat kemandirian dan daya saing desa.

Read More

Salah satu program unggulan Kemendes adalah kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengirim Pemuda Desa belajar dan bekerja di Jepang, lengkap dengan beasiswa hingga Rp 300 juta. Program ini, menurut Yandri, merupakan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa agar lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Selain itu, Kemendes juga memiliki program Desa Ekspor yang membuka peluang bagi desa untuk langsung mengekspor produk atau potensi unggulannya ke negara lain. Yandri menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan daftar 49 Negara Tujuan Ekspor. Program lain yang digulirkan adalah Swasembada Ekonomi Hijau Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang berpotensi memberikan bantuan hingga Rp 2,5 miliar untuk setiap desa guna mendukung ekonomi berkelanjutan.

Yandri juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan media sosial secara positif, menyebarkan informasi yang baik dan benar, serta menghindari penyebaran berita negatif atau kebohongan. Senada dengan Yandri, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah menegaskan bahwa pembangunan Indonesia dimulai dari desa. Menurut Ratu, desa bukanlah “halaman belakang” pembangunan, melainkan “ujung tombak dan benteng utama kemajuan ekonomi, sosial, dan kebudayaan bangsa.”

Ratu berharap kolaborasi antara Kemendes PDT dan Pemerintah Kabupaten Serang akan semakin erat seiring dengan pelaksanaan Festival Cikolelet ini. Ia juga menyampaikan harapannya agar penguatan kapasitas BUMDesa dan dukungan alokasi program prioritas dapat terus terlaksana dan menjangkau seluruh desa di Kabupaten Serang.

Dalam acara tersebut, Yandri turut memberikan penghargaan kepada beberapa individu dan lembaga, antara lain Yoet Suharya dari Yayasan Sinar Mata Hati Chakra Hadirasa, Daniel Suharya dari PT. Galeria Dunia Hijau, Direktur Bumdesma Cinangka Nusaibah, Mitra SPPG Cikolelet dr. H Halili Sanusi, serta Perwakilan PT KTI Ade Budi Darma Adam dan Jaja Iswandi. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pejabat daerah dan perangkat desa, termasuk Kepala OPD lingkup Pemkab Serang, Camat Cinangka Tuti Setiwati, Forkompimda Serang, Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat, dan Direktur BUMDesma Cinangka Nursaibah, dengan didampingi oleh Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro dan Direktur Sarana dan Prasarana Farida Kurnianingrum dari Kemendes.

Mengurai Strategi Kemendes: Harmonisasi Lokal dan Global untuk Kemajuan Desa

Artikel ini secara lugas menggambarkan visi progresif Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di bawah kepemimpinan Yandri Susanto, yang secara strategis mengintegrasikan potensi lokal dengan peluang global. Dorongan untuk Desa Cikolelet menembus pasar ekspor bukan sekadar retorika, melainkan manifestasi dari program-program terukur seperti Desa Ekspor dan Pemuda Pelopor Desa. Inisiatif pengiriman pemuda ke Jepang dengan beasiswa hingga Rp 300 juta merupakan investasi jangka panjang pada sumber daya manusia yang akan menjadi agen perubahan di desa. Lebih lanjut, program Swasembada Ekonomi Hijau Pangan Terintegrasi (SEHATI) dengan alokasi hingga Rp 2,5 miliar per desa menunjukkan komitmen pada keberlanjutan ekonomi dan ekologi. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sebagaimana diungkapkan oleh Bupati Ratu Rachmatu Zakiyah, menjadi kunci implementasi yang efektif. Ini menegaskan filosofi bahwa desa adalah inti pembangunan, bukan pelengkap. Pesan tentang penggunaan media sosial yang positif juga relevan di era digital, menandakan kesadaran akan pentingnya narasi yang konstruktif dalam pembangunan masyarakat. Keseluruhan strategi ini mencerminkan pendekatan holistik yang menyasar peningkatan kapasitas SDM, penguatan ekonomi, pelestarian budaya, dan pemanfaatan teknologi, menjadikannya model pembangunan desa yang komprehensif.

(Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8639100/mendes-yandri-dorong-potensi-desa-cikolelet-tembus-pasar-ekspor)

Related posts