Polisi Ungkap Progres Pengusutan Kematian Sutrimo: Puluhan Saksi Diperiksa, Tunggu Hasil Forensik

Sumber Gambar: https://news.detik.com/berita/d-8633927/polisi-ungkap-progres-pengusutan-kematian-sutrimo

Polda Metro Jaya telah menyampaikan perkembangan terkini dalam proses pengusutan kasus kematian Sutrimo, yang jasadnya ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sebagaimana dilansir dari detik.com, dalam upaya mengungkap misteri di balik insiden ini, pihak kepolisian telah memeriksa total 27 orang saksi. Pemeriksaan intensif ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan komprehensif untuk mengumpulkan semua informasi dan bukti yang relevan.

Read More

Selain memeriksa saksi-saksi, tim penyidik bekerja sama dengan tim forensik juga telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Proses ekshumasi ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus, di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Saat ini, kepolisian masih menantikan hasil pemeriksaan forensik dari jenazah korban yang diharapkan dapat memberikan petunjuk krusial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa, 25 Agustus 2026, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari laboratorium forensik. “Kita masih nunggu hasil dari laboratorium forensik,” ujar Kombes Budi. Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar hasil tersebut akan diterima dalam minggu ini, dan komunikasi antara penyidik dan tim forensik terus terjalin.

Lebih lanjut, Kombes Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan forensik ini bertujuan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh Sutrimo, yang menjadi salah satu dugaan penyebab kematian. Pihak kepolisian juga berencana untuk mengumumkan hasil forensik jenazah Sutrimo pada pekan ini, setelah tim ahli selesai menganalisis seluruh temuan.

“Mudah-mudahan minggu ini, karena yang bekerja adalah lab. Makanya kami juga berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang akan menyampaikan, mereka-mereka yang expert di bidangnya masing-masing,” tambah Kombes Budi, menekankan pentingnya peran para ahli dalam menjelaskan hasil investigasi ini kepada publik.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis, 23 Juli. Korban kemudian segera dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun setibanya di sana Sutrimo dinyatakan telah meninggal dunia. Proses ekshumasi yang dilakukan Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik di Banyumas berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam, dimulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB, untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Penyidikan kasus kematian Sutrimo terus berlanjut dengan harapan hasil laboratorium forensik dapat segera mengungkap titik terang dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban serta masyarakat. (Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8633927/polisi-ungkap-progres-pengusutan-kematian-sutrimo)

Related posts