Verrel Bramasta, selebritas sekaligus politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), secara resmi diperkenalkan sebagai anggota baru Komisi I DPR RI. Pengenalan ini berlangsung dalam rapat kerja Komisi I bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI, yang turut menyambut anggota baru lainnya, Gilang Dhielafararez dari Fraksi PDI Perjuangan. Rapat tersebut juga membahas agenda penting mengenai permohonan persetujuan penjualan barang milik negara (BMN) berupa eks KRI Ki Hajar Dewantara.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026), sebagaimana dilansir dari https://news.detik.com/berita/rss. Rapat strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wamenhan Donny Ermawan, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menunjukkan bobot isu yang dibahas.
Utut Adianto menjelaskan bahwa Verrel Bramasta, yang merupakan perwakilan dari Fraksi PAN, sebelumnya bertugas di Komisi X DPR dan kini dipindahkan untuk menggantikan Slamet Ariyadi di Komisi I. “Saya perkenalkan di sebelah kanan anggota baru kita Pak Verrel Bramasta beliau dari Fraksi PAN menggantikan yang potensi membeli kapal tadi Pak Slamet Ariyadi,” ujar Utut saat memperkenalkan anggota baru tersebut.
Selain Verrel, Komisi I juga menyambut Gilang Dhielafararez dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai anggota barunya. Gilang sebelumnya adalah anggota Komisi III DPR RI. “Sebelah kiri baru juga Pak Gilang Dhielafararez. Beliau dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dapil Jawa Tengah II,” tambah Utut, menegaskan penambahan kekuatan di Komisi I yang memiliki fokus pada isu-isu pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan intelijen.
Agenda utama rapat kerja tersebut adalah pembahasan surat dari Presiden Republik Indonesia tertanggal 14 Juli. Surat tersebut berisi permohonan persetujuan terkait penjualan barang milik negara (BMN), yaitu kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara. Diskusi mengenai aset strategis ini menandai pentingnya peran Komisi I dalam kebijakan pertahanan dan keamanan negara.
Refleksi Dinamika dan Tanggung Jawab Strategis Komisi I DPR
Perkenalan anggota baru seperti Verrel Bramasta dan Gilang Dhielafararez ke Komisi I DPR RI menyoroti dinamika yang terus bergerak dalam parlemen. Perpindahan Verrel dari Komisi X, yang membidangi pendidikan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif, ke Komisi I yang mengawasi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan intelijen, mencerminkan adanya penyesuaian strategi fraksi dalam penempatan kadernya. Penempatan seorang figur publik di komisi yang sangat strategis ini bisa menjadi pedang bermata dua; di satu sisi, ia dapat menarik perhatian publik dan meningkatkan partisipasi politik generasi muda, namun di sisi lain, menuntut adaptasi cepat terhadap isu-isu kompleks dan teknis yang menjadi lingkup Komisi I. Tanggung jawab anggota komisi ini sangat vital, termasuk dalam pengambilan keputusan krusial seperti persetujuan penjualan BMN berupa kapal perang eks KRI Ki Hajar Dewantara, yang memiliki implikasi geopolitik dan kedaulatan negara. Diskusi mengenai penjualan aset pertahanan menegaskan pentingnya integritas, kapabilitas, dan pemahaman mendalam dari setiap anggota dewan dalam menjalankan tugas konstitusionalnya, memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berlandaskan pada kepentingan nasional yang maksimal.
(Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8636709/verrel-bramasta-diperkenalkan-jadi-anggota-baru-komisi-i-dpr)






