Wacana Kereta Gantung di Puncak Bogor: Antara Harapan Solusi Macet dan Keraguan Efektivitas

Sumber Gambar: https://news.detik.com/berita/d-8634376/ragam-komentar-warga-soal-wacana-kereta-gantung-di-puncak-bogor

Wacana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak, Bogor, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas memicu beragam respons dari masyarakat, dengan sebagian menyatakan keraguan akan efektivitasnya sementara yang lain melihatnya sebagai potensi peningkatan pariwisata dan ekonomi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah merencanakan pembangunan kereta gantung sebagai solusi mengatasi kemacetan parah di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Rencana ambisius ini telah menarik perhatian publik dan menuai berbagai tanggapan dari warga setempat maupun mereka yang sering melintas di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir dari detik.com.

Read More

Muhamad Rifaldi, seorang warga Kecamatan Megamendung yang kini bekerja di Depok dan merasakan kemacetan Puncak hampir setiap hari, menyuarakan keraguan terhadap efektivitas kereta gantung. Menurutnya, konsep tersebut kurang tepat sasaran karena banyak wisatawan yang berkunjung ke Puncak tidak hanya ke taman rekreasi, melainkan juga berlibur di vila-vila yang tersebar luas. “Orang-orang yang sebatas liburan dengan menghabiskan waktu di vila itu pasti akan menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Rifaldi pada Selasa (25/8/2026). Ia menilai kereta gantung tidak akan mampu menjangkau lokasi-lokasi vila yang beragam, yang seringkali berada di permukiman hingga perbukitan.

Meskipun skeptis terhadap kereta gantung, Rifaldi sangat mendukung upaya berkelanjutan pemerintah dalam penanganan kemacetan. Ia bahkan mengusulkan solusi lain yang dinilainya lebih efektif, yaitu pelebaran jalan atau pembangunan jalan tol yang terhubung langsung ke kawasan Puncak, meskipun mengakui bahwa ini akan memakan biaya besar. “Sebab sekarang itu bukan hanya hari libur, hari biasa juga macet di Puncak,” imbuhnya, menekankan urgensi penyelesaian masalah lalu lintas.

Berbeda dengan Rifaldi, Danil (25), warga lainnya, menyatakan persetujuannya terhadap wacana kereta gantung. Ia melihat potensi besar kereta gantung dalam mendatangkan lebih banyak wisatawan karena menawarkan “sensasi baru” untuk menikmati keindahan Puncak. Danil meyakini bahwa peningkatan jumlah wisatawan akan berdampak positif pada perekonomian warga setempat. “Menurut saya, imbas ke perekonomian Puncak juga bakalan baik dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Puncak,” katanya saat dihubungi terpisah.

Namun, Danil juga memberikan catatan penting, berharap penataan transportasi dan penanganan kemacetan diimbangi dengan penataan kawasan ekonomi warga. Ia menyarankan pemerintah daerah menyediakan tempat berjualan yang rapi dan strategis bagi pedagang atau pemilik warung. Hal ini bertujuan agar tempat belanja terfokus di satu lokasi, sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan Puncak.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, juga telah menyoroti wacana ini. Ia menekankan bahwa pembangunan kereta gantung di Puncak perlu dikaji secara serius, terutama jika difungsikan sebagai transportasi publik. Huda berpendapat bahwa kereta gantung tidak akan efektif mengatasi kemacetan jika berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kereta gantung dapat menjadi pendukung yang baik untuk pengembangan pariwisata di kawasan tersebut. “Kalau konteksnya untuk mendukung pengembangan pariwisata, saya kira itu kebutuhan, bahkan. Namun, jika konteksnya untuk transportasi publik, itu butuh rekayasa yang cukup serius,” jelas Huda kepada wartawan pada Selasa (25/8/2026), menekankan pentingnya perencanaan matang dan komitmen dari semua pihak.

Berbagai sudut pandang ini menunjukkan kompleksitas permasalahan kemacetan di Puncak serta tantangan dalam mencari solusi yang tepat dan diterima oleh semua pihak. (Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8634376/ragam-komentar-warga-soal-wacana-kereta-gantung-di-puncak-bogor)

Related posts