Kisah Pilu, Derita Ibu Pemulung dan 3 Anak Yatimnya Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

  • Whatsapp
Kisah Pilu, Derita Ibu Pemulung dan 3 Anak Yatimnya Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni
Kisah Pilu, Derita Ibu Pemulung dan 3 Anak Yatimnya Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

TOPIKTREND, Kisah Pilu, Derita Ibu Pemulung dan 3 Anak Yatimnya Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni – Sungguh miris dan memilikan kisah seorang ibu pemulung yang hidup nelangsa bersama 3 anak yatimnya tinggal digubuk reot yang tak lagi layak untuk dihuni, lihatlah betapa menyedihkannya kondisi tempat tinggal Bu Rosita (43 Tahun) dan 3 anak yatimnya ini.

Gubuk yang hampir ambruk, alasnya berupa kardus yang tumpang tindih dengan plastik dan terpal, hanya ada seng yang disandarkan untuk menutup pintu, terpal bekas usang mengelilingi dubuk sebagai dindingnya, sedangkan atapnya terbuat dari seng dan sisa terpal yang sudah bocor sana sin, bahkan ada bagian yang tidak tertutupi. Jika hujan, sudah terbayang seisi barang di dalamnya basah terkena guyuran angin hujan, bahkan kalau ada angin kencang, atap terpal tersibak dan semuanya basah kuyup.

“kalau malam-malam hujan, kasian anak-anak ga bisa tidur karena kebasahan, ga ada lagi tempat berteduh” lirih Bu Rosita

Read More

Ibu Rosita telah lama menjanda 2 tahun lamanya, suaminya meninggal karena sakit yang tak terobati. ia tinggal bersama ibunya dan 3 anaknya.Bu Rosita sebenarnya memiliki 4 orang anak, namun Nadia anak pertamanya nekat untuk kerja dan meninggalkan buk Rosita berserta ketiga adiknya, sejak ayahnya meninggal, sampai saat ini Nadia tidak pernah pulang bahkan kabarnya pun tidak adai. Anak yang ke-2 bernama Selvia 17 tahun, yang sekolah hingga kelas 6 SD karena tak ada biaya untuk melanjutkan pendidikannya Anak yang ketiga dan ke empat usianya masih sangat kecil 11 tahun dan 8 tahun.

Tak mudah bagi Bu Rosita menanggung biaya hidup ketiga anaknya seorang diri, ia hanya bisa mengais rezeki dengan memulung sampah di jalan raya Siantan Hilir, Pontianak Utara.

Bu Rosita bersama ketiga anaknya memulung sampah dari jam 18.00 hingga jam 21.00, jika sampah tidak ada, mereka kembali turun dari jam 01.00 sampai jam 03.00 subuh. Tergantung juga dengan kondisi orang yang membuang sampah.

Sampah yang dikumpulkan berupa plastik, kardus, kaleng, botol, yang kemudian di timbun selama 2-3 hari dan di jual murah dengan harga 1.000/kg. Hasil yang didapatkan selama 3 hari di timbun juga tidak menentu, berkisar 40.000 sampai 50.000 dalam 3 hari. Uang yang Buk Rosita dapatkan kemudian dibelikan ke beras, untuk mereka makan dalam sehari-hari.

Berjalan dengan jarak yang cukup jauh, dimana Buk Rosita dan anaknya harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam untuk sampai ke lokasi. Kadang pernah juga menggunakan motor jika ada tetangganya yang mau meminjamkan. Buk Rosita hanya membawa bekal keranjang besar sebagai tempat hasil pemilahan sampah.

 

Bu Rosita dan ketiga anaknya hanya bisa beristirahat di tepi jalan untuk menghilangkan rasa penat. Namun, demi mencari Rezeki yang halal untuk bisa makan, Insyaallah mereka kuat. Buk Rosita bekerja juga setiap hari, karena dari situlah satu-satunya penghasilan yang mereka dapatkan.

Mirisnya kalau kondisi hujan, namun tetap tak mereka hiraukan. Kejadian yang menyedihkan saat Bu Rosita dan ketiga anaknya pernah mulung sampah sampai diguyur hujan, bahkan anaknya yang berumur 8 tahun sampai mengigil kedingian.

“Kalau berhenti memulung, kami mau makan apa.” Ujar Bu Rosita berkaca-kaca menahan bendungan airmatanya

Sedih rasanya, buk Rosita dan anaknya sering merasakan kelapara karena sering tidak makan, terkadang mereka juga di kasih sayur-sayuran oleh tetangga terdekat, bahkan untuk minumpun Bu Rosita harus meminta ke tetangga, karena untuk sehari-harinya Bu Rosita hanya menggunakan air sumur yang mirip kubangan dekat gubuknya yang sudah tak layak.

Semua Perjuangan Bu Rosita walaupun banting tulang mencari rezeki di tumpukan sampah yang penting halal baginya supaya ketiga anaknya tidak kelaparan. Letih, lelah, capek tak Bu Rosita hiraukan.

Hudzaifah RA berkata, Rasulullah telah bersabda, “Barangsiapa yang dalam hidupnya memberi makan orang miskin untuk mencari keridhaan Allah, maka ia akan masuk surga.”

#pejuangkebaikan, maukah kamu membantu Bu Rosita untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari? Sedikit rezeki yang kamu bagi akan sangat berarti untuk Bu Rosita bisa hidup lebih layak.

  • Whatsapp

Related posts