Keseruan Berlibur Kehutan Makan Pakai Daun

  • Whatsapp
berlibur ke kebun makan diatas daun
berlibur ke kebun makan diatas daun

TOPIKTREND.COM, Hai gays, jumpa lagi dengan mimin, biasanya mimin membahas masalah-masalah diluar sana yang penuh kontroversi, nah kali ini mimin mau membahas kehidupan pribadi mimin.

Kali ini mimin ingin bercerita tentang perjalanan mimin berlibur ke kebun yang berada didekat hutan, ide ini berawal dari kakak mimin yang kebetulan waktu itu mimin yang duduk santai bersama kakak mimin, membahas mengenai bisnis online.

Read More

Saat itulah mimin memberikan masukan, gimana kalo kita pergi berlibur ke kebun? dan kakak mimin langsung setuju, kebetulan kebun itu sudah lama kami tinggalkan, kira-kira sudah sekitar 15 tahun yang lalu, sebagai tanda kami sekeluarga meninggalkan tanaman tahunan disana yakni pohon kelapa.

Nah singkat cerita, tibalah waktu libur akhir pekan, mimin bersama sang kakak mempersiapkan diri untuk berangkat, kami membawa peralatan yang bisa kami bawa tentunya tidak terlalu membebani perjalanan kami.

Nah banyak cerita yang kami lalui saat jalan menuju kesana, dari jalan rusak berlubang, jalan berbatu hingga melewati tanggul-tanggul sisa-sisa penambangan emas, kebetulan kebun kami melewati kawasan pertambangan.

Nah bagaimana keseruannya? sesampai di lokasi belum langsung sampai dikebun karena lokasi kebun kami melewati sungai besar maka kendaraan (motor) kami tinggalkan diparkiran yang disewakan, kami harus menyewa parkiran agar motor kami aman gais.

Tiba saatnya kami menyeberangi sungai, kira-kira dalamnya sungai sampai ke pinggang mimin, karena takut mimin harus dipandu kakak mimin, sebab mimin tidak terbiasa menyeberangi sungai sedalam itu, dulu mimin pernah menyeberangi sungai sedalam itu tapi sudah lama gais, kira-kira sudah sekitar 15 tahun yang lalu, mungkin karena udah lama tidak menyeberangi makanya mimin masih takut, mungkin kalo udah dua atau tiga kali menyeberang mimin mulai terbiasa dan tidak takut lagi menyeberangi sungai.

Nah, setelah menyeberangi sungai besar saatnya kami menuju kebun, dari sungai besar kira-kira jaraknya 500 meter lebih, setengah kilo lebih gais perjalanan kami, menyusuri sungai karena jalan darat sudah tertutup pepohonan yang daunnya rimbun, kami menyusuri sungai yang sangat jernih gais.

Setelah sampai dikebun, kami kehausan gais, karena perjalanan cukup melelahkan, air minum yang kami bawa ketinggalan saat menyeberangi sungai, nah yang lebih dulu kami lakukan adalah menggali sumur ditepi sungai yang jernih.

Sumur udah jadi kami langsung minum air tanpa harus dimasak, karena kami percaya bahwa airnya masih murni belum terkontaminasi, sebab dibagian atas kebun kami masuh hutan gais.

Kami melanjutkan perjalanan kami menuju gubuk kecil yang tak jauh dari sumur yang kami gali, gubuk yang hanya bisa di tempati 2 hingga 3 orang gais, disanalah tempat kami untuk bermalam.

Saatnya kami masak karena perut udah mulai lapar, kami harus balik kesumur untuk membersihkan peralatan masak dan peralatan makan, untuk memasak kami bawa belanga kecil untuk memasak nasi, dan untuk menampung air kami hanya menggunakan ember cat yang sudah ada di gubuk itu, meski udah kotor kami tetap membersihkan ember cat tersebut karena tak ada alternatif lain, untuk makan kami menggunakan daun silar.

Seru gais, nanti saya akan bagikan video keseruan kami ya gais, videonya ada lima part, ditunggu aja ya gays, jangan lupa di subscribe channel youtubenya? hehe, ngemis-ngemis subscribe ga apa-apa kan gais? hehe

Berikut video keseruan kami gais, Video Part 5 dan untuk part sebelumnya langsung ke Youtube aja ya? jangan lupa di subscribe ya gais? ini link channelnye https://www.youtube.com/channel/UC5WOMRW7j92i9QLCJbtQiIw

 

 

Related posts