Gerakan Pemuda Islam Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo

Sumber Gambar: https://news.detik.com/berita/d-8635572/gerakan-pemuda-islam-ajak-warga-tak-terprovokasi-aksi-demo

Gerakan Pemuda Islam (GPI) mendeklarasikan sikap seraya mengajak seluruh warga untuk tidak terprovokasi menjelang aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Deklarasi sikap ini, sebagaimana dilansir dari detik.com, digelar di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Velodrome, Jakarta Timur (Jaktim), pada Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP GPI, Khoirul Amin, menegaskan pentingnya demokrasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Read More

Khoirul kepada wartawan menyatakan, “Menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga menolak setiap upaya menggunakan isu rakyat untuk membangun permusuhan, memperkeruh suasana, atau mengadu domba antar-elemen masyarakat.”

GPI menekankan bahwa aspirasi rakyat harus disampaikan dengan cara yang bermartabat, konstitusional, damai, dan tidak mengorbankan kepentingan bangsa yang lebih besar. Mereka juga menegaskan bahwa AMPB tidak memiliki legitimasi untuk mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia.

Khoirul menjelaskan, “Kami menghormati masyarakat Pati maupun kelompok manapun yang menyampaikan aspirasi. Namun tidak ada satu kelompok masyarakat yang secara otomatis dapat mengklaim dan melegitimasi dirinya sebagai representasi dari seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, kami meminta agar penggunaan narasi atas nama rakyat Indonesia dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak digunakan untuk membangun legitimasi sepihak terhadap kepentingan kelompok tertentu.”

GPI secara tegas menolak segala bentuk aksi yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis dan mengganggu ketertiban umum. Mereka mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan kekerasan, tidak merusak fasilitas publik, tidak mengancam keselamatan orang lain, serta menghormati aparat keamanan dan seluruh instansi negara.

Khoirul kembali menyerukan, “Penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional, tetapi tindakan anarkis bukanlah bagian dari demokrasi yang sehat. Kami mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadi pelopor persatuan dan perdamaian. Kami menyerukan kepada seluruh pemuda Indonesia agar tidak menjadi bagian dari provokasi.”

GPI juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi hingga ujaran kebencian dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa. GPI menilai pemuda harus hadir sebagai kekuatan moral yang menjaga Indonesia tetap damai, demokratis, berdaulat, dan bermartabat.

Menurut GPI, perbedaan pendapat adalah rahmat dan sebuah keniscayaan dalam demokrasi, namun perbedaan tidak boleh berubah menjadi permusuhan dan konflik yang mengancam persatuan bangsa.

GPI menegaskan bahwa Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok. Persatuan bangsa, keutuhan NKRI, dan kedaulatan negara harus menjadi kepentingan bersama di atas kepentingan politik maupun kelompok.

Menutup pernyataannya, Khoirul mengajak, “Di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa, persatuan, kedamaian, keselamatan rakyat secara keseluruhan.”

(Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8635572/gerakan-pemuda-islam-ajak-warga-tak-terprovokasi-aksi-demo)

Related posts