Prabowo: Kalau Bung Karno ‘Jas Merah’ Saya ‘Jas Hijau’, Jangan Lupakan Jasa Ulama

Sumber Gambar: https://news.detik.com/berita/d-8637103/prabowo-kalau-bung-karno-jas-merah-saya-jas-hijau-jangan-lupakan-jasa-ulama

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan slogan ‘Jas Hijau’ sebagai bentuk penghormatan dan pengingat untuk tidak melupakan jasa para ulama, melengkapi ‘Jas Merah’ milik Bung Karno yang berarti jangan melupakan sejarah. Pernyataan ini disampaikan dalam Muktamar NU ke-35, menyoroti peran sentral ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembangunan akhlak bangsa.

Penekanan pada peran ulama ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026), sebagaimana dilansir dari https://news.detik.com/berita/rss. Ia mengawali dengan menyinggung sejarah proklamasi RI di Jakarta, kemudian menyoroti kontribusi signifikan ulama dan kiai di daerah terhadap proses perjuangan kemerdekaan.

Read More

“Sebagai penutup saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para kyai dan ulama karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya, dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November tahun 1945 peran dari ulama peran dari kyai-kyai peran dari pesantren sangat besar saudara-saudara,” katanya.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan kembali ucapan Sukarno ‘Jas Merah’. Namun di sisi lain, ia juga memiliki ungkapan ‘Jas Hijau’ yang artinya jangan pernah melupakan jasa ulama.

“Karena itu saya ingin pernah kalau tidak salah Bung Karno ya mengatakan Jas Merah jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan Jas Hijau: jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama,” ujarnya.

Prabowo lagi-lagi mengucapkan terima kasihnya kepada para ulama dan kiai di daerah-daerah. Ia berharap semua pihak tetap menjaga kerukunan dan kedamaian antar-umat beragama.

“Terima kasih kepada semua ulama yang terkenal maupun kyai-kyai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita menjaga kerukunan umat dan kerukunan antar umat menjaga kedamaian di desa dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara. Terima kasih hormat saya kepada para ulama semuanya,” ujarnya.

Analisis Mendalam: Relevansi Slogan ‘Jas Hijau’ dalam Konteks Kebangsaan Kontemporer

Slogan ‘Jas Hijau’ yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto adalah respons cerdas terhadap adagium ‘Jas Merah’ Bung Karno. Ini bukan sekadar akronim baru, melainkan penegasan narasi kebangsaan yang lebih inklusif, mengakui peran substansial ulama dan tokoh agama dalam fondasi Republik Indonesia. Secara historis, keterlibatan ulama dalam pergerakan kemerdekaan, terutama melalui fatwa jihad dan mobilisasi massa, seringkali kurang tereskpos dalam buku sejarah konvensional. Prabowo dengan sengaja mengangkat kembali jasa-jasa ini, menyoroti kontribusi mereka dalam menjaga moralitas, etika, dan persatuan sosial hingga di pelosok desa.

Secara politis, pengukuhan ‘Jas Hijau’ dapat diinterpretasikan sebagai upaya memperkuat basis dukungan dari kalangan religius, khususnya Nahdlatul Ulama, sembari menyatukan berbagai elemen masyarakat di bawah payung nasionalisme religius. Pesan menjaga kerukunan antar-umat beragama juga menggarisbawahi komitmen terhadap Pancasila. Dalam lanskap sosial kontemporer yang diwarnai polarisasi, penekanan pada jasa ulama yang tak kenal lelah menjaga akhlak dan kedamaian tanpa pamrih sangat relevan. Ini adalah panggilan untuk tidak melupakan akar spiritual dan moral bangsa, serta menghargai kontribusi nyata dari penjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang kerap luput dari sorotan publik. Slogan ini berpotensi menjadi jembatan antara narasi sejarah resmi dan memori kolektif masyarakat, memperkaya identitas kebangsaan Indonesia.

(Sumber: https://news.detik.com/berita/d-8637103/prabowo-kalau-bung-karno-jas-merah-saya-jas-hijau-jangan-lupakan-jasa-ulama)

Related posts