Penulis ternama James Baldwin pernah menerima sebuah surat yang sangat menyentuh dari guru masa kecilnya, Orilla Miller, yang ia panggil Bill. Surat tersebut datang di puncak ketenaran Baldwin, mengingatkan kembali akan ikatan mendalam dan pengakuan dini atas bakat luar biasanya yang telah membentuk perjalanan hidupnya.
Kisah ini berawal pada awal tahun 1934, ketika seorang mahasiswa pascasarjana berusia dua puluh empat tahun dari Columbia Teachers College magang mengajar drama di PS 24 Harlem, sebagaimana dilansir dari https://www.themarginalian.org/feed/. Di antara murid-murid mudanya di “gedung sekolah New York kuno yang mengerikan” itu, seperti yang kemudian ia kenang, ada seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang mengejutkannya karena membaca Dickens, persis seperti dirinya.
Orilla Miller, yang akrab dipanggil Bill, melalui percakapan mereka, dengan cepat menyadari bahwa “ini adalah anak laki-laki yang luar biasa dan brilian.” Anak itu adalah Jimmy, yang kelak dikenal dunia sebagai James Baldwin. Bill mulai memberinya lebih banyak buku, dan Jimmy melahapnya dengan rakus, sebuah kebiasaan yang kelak menumbuhkan kecintaannya pada literatur dan membentuk karir kepenulisannya.
(Sumber: https://www.themarginalian.org/2026/08/26/james-baldwin-orilla-bill-miller/)







