Gaya Santai Uztad Yahya Waloni Saat Ditangkap Polisi Begini Unggahan Terakhirnya di Media Sosial

  • Whatsapp
Gaya Santai Uztad Yahya Waloni Saat Ditangkap Polisi Begini Unggahan Terakhirnya di Media Sosial
Gaya Santai Uztad Yahya Waloni Saat Ditangkap Polisi Begini Unggahan Terakhirnya di Media Sosial

TOPIKTREND.COM, Gaya Santai Uztad Yahya Waloni Saat Ditangkap Polisi Begini Unggahan Terakhirnya di Media Sosial– Ustaz Yahya Waloni akhirnya ditangkap polisi terkait dugaan kasus penistaan agama.

Ustaz Yahya Waloni ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri ketika sedang berada di rumahnya di Cibubur pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Read More

Yahya Waloni tampak mengenakan celana panjang warna abu-abu dan batik hitam bercorak kuning.

Dia juga memakai peci hitam serta serban yang melilit di lehernya.

Ini Analisis Bang Reza Yahya Waloni ditangkap oleh tim yang dipimpin langsung oleh Wadirtipidsiber Bareskrim Kombes Himawan Bayu Aji.

Dalam peristiwa penangkapan tersebut, Yahya tampak berjalan santai tanpa diborgol.

Penangkapan Ustadz Yahya Waloni pun jadi sorotan publik, tak terkecuali unggahan terakhir pada media sosialnya.

Penceramah kontroversial itu diketahui aktif terakhir kali di media sosial Twitter pada 18 Agustus 2021, tepat 8 hari sebelum ditangkap polisi.

Dalam unggahan terakhirnya itu, Yahya Waloni mencuitkan kutipan dari Malcolm X, seorang tokoh Muslim Afrika-Amerika sekaligus Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jika kamu tidak berhati-hati, media akan membuatmu membenci orang-orang yang sedang ditindas, dan mencintai mereka yang sedang melakukan penindasan. -(Malcolm X)

#Afghanistan #Palestine #Uyghur #Rohingya #Syria #Iraq,” tulisnya, dikutip SeputarTangsel.com dari akun Twitter @UstadzWaloni pada Jumat, 27 Agustus 2021.

 

Cuitan terakhir Yahya Waloni sebelum ditangkap polisi
Cuitan terakhir Yahya Waloni sebelum ditangkap polisi Twitter/@UstadzWaloni

Sebagai informasi, penangkapan Ustadz dilakukan setelah adanya laporan yang masuk ke Bareskrim Polri oleh kelopok Masyarakat Cinta Pluralisme.

Dia diduga telah melakukan ujaran kebencian terkait SARA dalam ceramahnya beberapa waktu lalu.***

  • Whatsapp

Related posts