Mengapa Manusia di Ciptakan dengan Segudang Masalah?

0
87

Masalah, siapa sih yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya? saya jamin tidak ada, karena manusia terlahir kedunia menggenggam bebannya masing-masing, setiap beban akan menjadi tantangan selama hidupnya, berbagai masalah datang silih berganti untuk menjadi tantangan yang wajib kita hadapi.

Ada yang bertanya dan mengeluh, mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan segudang masalah yang harus ditanggungnya? apakah Tuhan menciptakan manusia untuk menyiksanya?

Tidak kawan, masalah yang datang bukanlah siksaan tapi ujian menuju kebahagiaan, karena tak ada bahagia tanpa melewati masalah, manusia dianugerahi kenikmatan yang tentunya tidak gratis, kita harus membelinya dengan kesabaran dan keikhlasan menjalani hidup, itulah manusia dianugerahi rasa sabar dan ikhlas agar bisa mencapai nikmatnya kebahagiaan.

Kenapa sih untuk mendapatkan kebahagiaan harus menderita dulu? mengapa tidak langsung diciptakan tanpa ada penderitaan? harusnya manusia diciptakan hanya mengenal kebahagiaan tanpa adanya masalah dan penderitaan?

Ini dunia kawan bukan surga, Tuhan menciptakan manusia untuk berkreasi, manusia bisa berkreasi tentu dengan berusaha dan bekerja, tanpa adanya penderitaan maka manusia tidak akan berusaha dan bekerja, tugas manusia adalah mengisi bumi ini dengan keturunannya, bebas berkreasi namun dengan segudang aturan yang ada.

Harusnya manusia itu bersyukur diciptakan alam semesta ini untuknya, disini manusia akan merasakan kenikmatan tapi juga penderitaan, kebahagiaan bisa kita dapatkanĀ  tergantung bagaimana manusia itu mengolah kenikmatan dan penderitaan, sebab kebahagiaan di dunia ini sulit kita dapatkan jika kita tidak mampu mengolah keduanya.

Banyak manusia yang menghindari masalah dengan berlari dan terus berlari meninggalkan masalah itu sendiri padahal masalah itu seperti udara, dimana disetiap sudut bumi itu ada, jadi kemanapun engkau lari disana masalah sudah menunggu, trus apa yang menyebabkan manusia tidak bahagia? tentu manusia itu sendiri yang menyebabkan dirinya tak bahagia, senang ia tapi bahagia belum tentu.

Bahagia tidak memilih seberapa banyak harta dan setinggi apa jabatanmu, karena masalah demi masalah akan selalu datang menghantuimu, bisa anda lihat bagaimana melihat si miskin yang makan dengan lahapnya mengelebihi makannya orang kaya raya dan pejabat, ini terjadi karena kebahagiaan itu sesuai kondisi hati, dimana rasa nyaman ada disitulah kebahagiaan itu datang, buat apa kekayaan dan jabatan tinggi jika kita tak mampu mengolah masalah yang timbul menjadi kebahagiaan, karena semakin banyak harta dan semakin tinggi jabatan beban masalah juga semakin tinggi?

Sama seperti memanjat pohon yang tinggi, semakin tinggi kita menanjak maka hempasan angin semakin kuat dan goyang, mau turun takut mau naik lagi tambah goyang, begitulah manusia.

Kebahagiaan hanya bisa kita capai jika kita tak memikirkan kebahagiaan orang lain karena belum tentu orang yang kita anggap bahagia itu merasakan kebahagiaan seperti anggapan kita, mereka juga memiliki segudang masalah yang mereka sembunyikan dari kita.

Ketahuilah, jika ingin menjadi pohon yang tinggi menjulang maka bersiaplah diterpa angin kencang, namun jika kita hidup seperti rumput maka bersiaplah diinjak-injak orang, begitulah hidup kawan, disudut bumi manapun engkau hidup disitu masalah menanti anda.

Maka, Jika ingin hidup bahagia, hiduplah seadanya, sederhana adalah kekayaan yang tinggi nilainya dibanding harta dan jabatan, hilangkan keinginan berlebih-lebihan karena itulah sumber dari kesengsaraan.

Ibarat menangkap kupu-kupu ditaman, janganlah engkau mengejarnya dengan lari-lari membabi buta, karena kupu-kupunya akan terbang tinggi menjauh dari anda, cobalah duduk santai di tengah taman bunga, maka kupu-kupu datang sendiri hinggap dibahu anda, menyapa anda dengan hangat, “om ini aku yang engkau cari”. hehe

Udah dulu ya? tunggu tulisan berikurnya šŸ™‚

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here