Fakta di Balik Jembatan Bambu Anggaran Rp.200 Juta Yang Viral dan Mengejutkan Netizen

Fakta di Balik Jembatan Bambu Anggaran Rp.200 Juta Yang Viral dan Mengejutkan Netizen
Fakta di Balik Jembatan Bambu Anggaran Rp.200 Juta Yang Viral dan Mengejutkan Netizen

TOPIKTREND.COM, Fakta di Balik Jembatan Bambu Anggaran Rp.200 Juta Yang Viral dan Mengejutkan Netizen – Heboh dan viral jembatan bambu anggaran Rp 200 juta di media sosial, Berikut penjelasan dinas terkait Jembatan Bambu Ponorogo hasil penelusuran reporter Tribun Jatim (Grup Tribun-timur.com)

Pembangunan jembatan ini jadi perbincangan karena anggarannya dianggap tak sepadan dengan faktanya di lapangan.makassar.tribunnews.com/…7/tribunnews.com

Read More

Pembangunan Jembatan Tukung di Desa Bulak, Kecamatan Balong menuai polemik di tengah masyarakat.

Bagaimana tidak, proyek senilai Rp 199.659.000 tersebut hanya berwujud jembatan bambu atau sesek.

Sehingga publik bertanya-tanya untuk apa saja dana sekian banyak yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Ponorogo tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto menjelaskan proyek pembangunan tersebut berawal dari usulan Pemerintah Desa Bulak untuk merehabilitasi jembatan tersebut.

Saat dihitung anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 500 juta hingga Rp 600 juta untuk lebar maksimal 3 meter.

Baca juga: Tingkatkan Upaya Putus Covid-19, 3 Pilar Sukolilo Sita KTP dan Edukasi Pelanggar Protokol Kesehatan

“Bapeda bilang adanya anggaran 200 juta, kata lurah tidak apa-apa dibangun saja pondasinya dulu, nanti 2021 dilanjut lagi untuk struktur utamanya,” ucap Jamus, Kamis (17/12/2020).

Pembangunan pun dilakukan dengan anggaran senilai Rp 200 juta.

Setelah pondasi jadi, masyarakat berinisiatif untuk membangun jembatan darurat dari bambu daripada harus memutar lebih jauh.

“Jadi mereka patungan untuk membuat jembatan bambu tersebut. Jadi kita tidak terkait dengan pembuatan jembatan sesek bambu itu,” lanjutnya.

Menurut Jamus, ada banyak jembatan yang pembangunannya harus dicicil karena keterbatasan anggaran.

Seperti jembatan di Desa Bajang, Kecamatan Mlarak dan di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo.

“Karena memang butuhnya besar tapi anggaran kita tidak cukup, kita cicil, sebenarnya tidak masalah, dan itu juga usulan dari mereka sendiri,” lanjutnya.

Pada tahun 2021 nanti, Jamus mengungkapkan program pembangunan struktur jembatan di Desa Bulak akan menjadi prioritas pembangunan Pemkab Ponorogo.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul VIRAL Jembatan Bambu Uangnya Pakai APBD Rp 200 Juta, Berikut Fakta-faktanya di Lapangan, https://makassar.tribunnews.com/2020/12/17/viral-jembatan-bambu-uangnya-pakai-apbd-rp-200-juta-berikut-fakta-faktanya-di-lapangan?page=all.

Editor: Mansur AM

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *