TOPIKTREND

TRIBUNNEWS.COM – Keluarga YouTuber Atta Halilintar tengah jadi sorotan publik.

Bagaimana tidak, baru-baru ini Atta Halilintar mendapat teguran dari pria bernama Febrian Amanda yang mengaku sebagai paman sang YouTuber.

Permasalahan ini bermula dari pernyataan Atta Halilintar yang dianggap telah mencemarkan nama keluarga.

Dikutip Grid.ID dari tayangan Kiss Pagi yang dunggah kanal YouTube Indosiar pada Minggu (9/8/2020), Atta Halilintar menceritakan soal kehidupan masa lalu keluarganya di kanal YouTube milik Helmy Yahya.

Dalam wawancara tersebut, Atta Halilintar menyinggung soal ketimpangan status sosial ayah dan ibu kandungnya.

“Dulu kakek, papanya mamaku itu kayak orang tingginya di bagian apoteker kesehatan. Nah bapaknya papaku itu orang bawah,” ungkap Atta Halilintar.

“Jadi mamaku itu orang ada, kata mamaku itu, dia dari kecil kamar mandinya aja ber-AC, jadi kamar mandi aja itu pakai AC,” 

“Nah kalau ayah saya kebalikannya, (lantai) tanah. Bawahnya tanah, tapi hebatnya ayah ini dapat menaklukan mamah saya,” lanjut ungkapnya.

Baca Selengkapnya:

Let’s block ads! (Why?)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi  Reffly Ruddy Tangkere ke Lembaga Pemasyakatan (Lapas) Klas IIA Samarinda, Kamis (13/8/2020) kemarin.

Mantan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Kementerian PUPR itu divonis bersalah karena menerima suap terkait pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2019.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2020/PN tanggal 17 Juni 2020.

“Atas nama terdakwa Reffly Ruddy Tangkere dengan cara memasukkan terpidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Samarinda untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” kata Ali dalam keterangannya, Jumat (14/8/2020).

Tak hanya hukuman empat tahun penjara, Ruddy juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp250 juta subsider empat bulan kurungan dan uang pengganti senilai Rp620 juta, yang harus dilunasi satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Baca: Presiden Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Main-main dengan Pemberantasan Korupsi

Baca: 2 Pelaku Pembunuhan Terhadap Pria di Hulu Sungai Tengah Ditangkap di Samarinda

Kata Ali, jika uang pengganti tersebut tidak dilunasi dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama delapan bulan,” kata Ali.

Selain itu, KPK juga mengeksekusi mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Andi Tejo Sukmono ke Rutan Klas IIA Samarinda.

Andi Tejo terbukti bersalah untuk menjalani pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama berada dalam tahanan.

“Selain itu, diwajibkan untuk membayar pidana denda sejumlah Rp300.000.000 subsidair empat bulan kurungan,” ungkap Ali.
Selain itu, Andi Tejo juga diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp2.318.083.148 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh hukum tetap.

Jika dalam waktu tersebut Andi Tejo tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.
“Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama satu tahun dan empat bulan,” ujar Ali.

Let’s block ads! (Why?)

TRIBUNNEWS.COM – Kisah asmara penyanyi dangdut Ayu Ting Ting selalu jadi sorotan.

Seperti yang kita tahu, Ayu Ting Ting dikabarkan dekat dengan sederet pria tampan, salah satunya drummer band Element Reunion, Didi Riyadi.

Tak hanya dekat, banyak yang menyebut Didi Riyadi berencana serius dengan Ayu Ting Ting.

Bahkan, Didi Riyadi sudah mendapat lampu hijau dari kedua orang tua Ayu Ting Ting.

Namun baru-baru ini, Didi Riyadi mengaku mundur menjadi calon ayah bagi Bilqis Khumairah Razaq.

Hal ini diungkap langsung Didi Riyadi dalam tayangan kanal YouTube Melaney Ricardo yang diunggah pada Kamis (13/8/2020).

Pria yang juga berkarier sebagai aktor ini merasa perasaannya tak direspon oleh Ayu Ting Ting.

“Sebenarnya intinya relationship apa sih? Komunikasi dua arah gitu lho. Ketika misal, ketika aku tidak melihat hal itu sama si ceweknya, what for? Buang-buang waktuku,” kata Didi Riyadi.

Baca Selengkapnya: 

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

Simak video ‘Kejagung Naikkan Status Kasus Jaksa Pinangki ke Penyidikan’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

Simak video ‘Kejagung Naikkan Status Kasus Jaksa Pinangki ke Penyidikan’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

Simak video ‘Kejagung Naikkan Status Kasus Jaksa Pinangki ke Penyidikan’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

Simak video ‘Kejagung Naikkan Status Kasus Jaksa Pinangki ke Penyidikan’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

Simak video ‘Kejagung Naikkan Status Kasus Jaksa Pinangki ke Penyidikan’:

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)

Jakarta

Bareskrim Polri menetapkan tersangka baru terkait kasus surat jalan Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Tersangka barunya adalah Djoko Tjandra itu sendiri.

“(Ada) tersangka baru menggunakan surat palsu atas nama Joko Soegiarto Candra,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2020).

Hal itu disampaikan Ferdy saat ditanyai seputar gelar perkara pengembangan kasus surat jalan Djoko Tjandra yang dilaksanakan hari ini. “Akan diumumkan resmi Kadiv Humas,” imbuh dia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan tersangka baru yang dimaksud adalah Djoko Tjandra itu sendiri. “Ya (Djoko Tjandra tersangka kasus surat jalan palsu),” ucap Argo.

Sebelumnya, gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru dalam ini batal digelar pada Rabu (12/8). Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

“Mohon maaf karena sesuatu dan lain hal, pelaksanaan gelar perkara penetapan tersangka kasus surat jalan palsu JST (berkas ke-3) hari ini batal,” kata Awi kepada wartawan, Rabu (12/8).

Awi menuturkan gelar perkara akan dijadwalkan ulang hari ini. Dia mengatakan gelar perkara surat jalan Djoko Tjandra juga akan digelar bersamaan dengan kasus dugaan suap terkait red notice.

“Rencana digelar pada hari hari Jumat, tanggal 14 Agustus 2020, bersamaan dengan kasus tipikor red notice,” tuturnya.

Bareskrim Polri juga sudah melaksanakan pemeriksaan tambahan terhadap lima saksi. Selain itu, penyidik melanjutkan pemberkasan untuk kasus pelarian Djoko Tjandra.

(aud/aud)

Let’s block ads! (Why?)