Memilih Pulang Setelah Mengetahui Biaya Foto Wisuda Sang Anak

  • Whatsapp

Terkadang ada beberapa momen yang perlu diabadikan dengan sebuah foto. Agar momen tersebut menjadi kenangan dan tidak terlupakan. Salah satu momen yang perlu diabadikan adalah kelulusan.

Kelulusan memang sebuah momen membahagiakan, mengharukan, dan mengesankan. Kelulusan merupakan momen dimana berakhirnya masa belajar di jenjang tersebut dan menuju jenjang berikutnya.

Read More

Mengabadikan sebuah momen dengan berfoto merupakan cara yang tepat. Namun berbeda dengan seorang ayah di Malaysia memilih pulang ketika kelulusan anaknya. Mengapa sang ayah memilih pulang mengajak anaknya ketika akan melakukan foto wisuda?

Seorang Ayah Pulang Karena Tak Mampu Bayar Foto Wisuda Sang Anak

Sempat menjadi viral lantaran seorang ayah yang tak mampu membayar biaya untuk foto wisuda sang anak. Kejadian ini terjadi ketika anaknya lulus dari taman kanak-kanak. Kemudian sang fotografer bertugas untuk memotret anak sebagai foto wisuda.

Namun sang ayah tiba-tiba pulang dengan haru karena tidak bisa membayar biaya foto wisuda. Kejadian ini terjadi di negara tetangga yaitu Malaysia. Setelah mendengar harga foto wisuda yang ditawarkan oleh fotografer, sang ayah akhirnya mengajak anaknya pulang.

Memilih Pulang Lantaran Tidak Mampu Membayar Foto Wisuda

Sebelumnya, sang ayah sudah bertanya kepada fotografer mengenai harga yang dibanderol. Kemudian fotografer memberikan penjelasan bahwa terdapat beberapa paket foto wisuda. Kemudian sang ayah memilih paket murah.

Biaya foto wisuda dengan paket murah adalah 20 ringgit atau sekitar Rp 67 ribu. Namun sang ayah terdiam sejenak dan memilih untuk meninggalkan ruangan foto wisuda.

Sang anak yang baru saja lulus sempat bertanya kemana mereka akan pergi. Kemudian sang ayah mengatakan bahwa mereka akan pulang. Sang anak yang mendengar ucapan ayahnya tampak sedih dan enggan untuk pulang.

Siapa sangka jika fotografer tersebut memiliki hati yang baik dan merasa iba dengan orang tua itu. Sang fotografer akhirnya memberikan penawaran untuk memotret secara cuma-cuma.

Awalnya sang ayah menolaknya, namun fotografer mengatakan bahwa tidak apa-apa dengan alasan ia pernah mengalami hal tersebut. Mendengar perkataan fotografer tersebut, sang ayah merasa haru dan menangis.

Related posts