Geger Penampakan Makhluk Aneh di Bali, Punya Sayap dan Tentakel Diduga Alien

  • Whatsapp

Penampakan makhluk aneh belum lama ini ditemukan di Bali. Makhluk aneh tersebut ditemukan oleh seorang pria yang bernama Hari Toae. Kala itu Hari Toae memperhatikan binatang yang tak biasa sedang menempel di langit-langit. Binatang aneh tersebut juga bergoyang-goyang.

Read More

Dilihat-lihat, binatang tak biasa itu mempunyai sayap dan tentakel. Penampakan makhluk aneh tersebut telah diabadikan di dalam video yang saat ini lagi viral. Dalam video tersebut, terdengar jelas bahwa ada suara dengan Bahasa Jawa yang artinya “Hewan apa ya?”.

Dijelaskan bahwa Hari Toae mengatakan ia akan membiarkan makhluk aneh tersebut tinggal di tempatnya hanya untuk semalam. Hari tak ingin jika makhluk yang aneh tersebut membuat tamunya takut untuk berkunjung. Pasalnya, kejadian tersebut adalah kali pertama ia melihatnya. Hari juga berpikir bahwa binatang ini bukanlah berasal dari lingkungannya.

Karena keanehannya, Hari mengatakan bahwa binatang tersebut adalah makhluk alien. Akan tetapi, binatang aneh tersebut tampaknya masuk ke dalam keluarga ngengat yang disebut dengan hewan arctiinae. Penampakan hewab ini sekilas mirip dengan creatonotos gangis. Hewan tersebut asli dari Asia Tenggara dan Australia.

Spesies hewan yang satu ini memang memiliki sayap dan empat tentakel. Dimana hal tersebut juga dikenal dengan sebutan organ aroma. Bagian tersebut berperan penting dalam memproduksi feromon yang nantinya bisa menarik pasangan.

Hewan aneh yang mulanya diduga sebagai alien ini kemungkinan besar adalah spesies baru yang belum diketahui oleh manusia. Peristiwa serupa juga pernah dialami pada bulan lalu, yang mana ada spesies kucing baru yang ditemukan di pulau Mediterania, Corsica.

Spesies kucing baru tersebut ialah kucing-rubah. Jenis kucing ini tampak seperti kucing domestik. Hanya saja, ukurannya sedikit lebih besar. Kini sudah diberikan pengakuan ilmiah bahwa binatang tersebut menjadi spesies yang berbeda.

Perlu diketahui bahwa hanya ada 16 kucing yang ada di pulau itu. Oleh karena itu, sekarang para ahli satwa liar tengah berusaha menjadikan kucing ini sebagai spesies yang dilindungi. Kucing-kucing tersebut memiliki ukuran 90cm dari kepala ke ekor.

Selain itu, kucing tersebut juga memiliki ciri khas berupa telinga yang lebih lebar dengan kumis pendek. Tak hanya itu, bagian gigi taringnya juga sangat berkembang. Kucing yang ada di pulau tersebut dikenal dengan sebutan Ghjattu volpe, yakni kucing dengan garis-garis kaki depan dan ekor. Kaki belakangnya juga tampak gelap dengan perut yang berwarna kemerahan.

Kucing di pulau tersebut juga mempunyai bulu yang lebih lebat daripada bulu kucing biasa. Tak mengherankan karena bulunya yang lebat memungkinkannya untuk bisa mencegah terserang kutu. Alhasil, tampilan kucing tetap menarik, cantik dan sehat. Spesies kucing tersebut pun sudah diakui oleh kepala teknisi lingkungan dari Kantor Perburuan dan Margasatwa Nasional Pierre Bendetti.

Related posts