Misterius, 5 Fenomena Sains Ini Belum Dapat Dijelaskan Para Imuwan Hingga Kini

0
40

Manusia sudah pernah melakukan perjalanan ke bulan dan bisa mengungkap rahasia Taos Hum, Piramida Mesir dan juga Ketel Setan. Akan tetapi ternyata masih banyak fenomena sains yang belum bisa dijelaskan bahkan oleh para ilmuwan sekalipun.

Meskipun para ilmuwan mungkin punya teori mengenai fenomena sains tersebut, namun tidak ada yang dapat mengatakan dengan pasti mengapa hal itu dapat terjadi. Dalam banyak kasus, sains ibarat misteri jadi tidak mudah untuk mengetahui asal usul terbentuknya sains. Bahkan para ilmuwan pintar masih banyak yang belum bisa mengungkap penemuan sains serta teknologi sampai saat ini.

1. Jejak di Planet Mars

Jejak di Planet Mars

Planet merah ini ternyata masih menyimpan banyak sekali misteri. Ilmuwan pun sudah mengirimkan satelit dan berbagai macam alat canggih lainnya untuk bisa meneliti permukaannya. Dari berbagai macam data dapat diambil bahwa ada banyak jejak hitam yang hanya muncul di bagian permukaan mars yang hangat.

Hal ini tentunya membuat penasaran, bahkan sampai sekarang ilmuwan masih belum tahu sebenarnya apa arti dari jejak tersebut. Ada yang menyatakan bahwa itu adalah jejak alien. Ada juga yang menjelaskan bahwa bentuk aneh yang ada di permukaan planet Mars adalah hasil sampingan dari formasi kristal di sebuah batu. Hal ini dapat terbentuk ketika garam terkonsentrasi di air seperti pada danau yang menguap.

2. Pohon melengkung di Hutan Menari Rusia

Pohon melengkung di Hutan Menari Rusia

Rusia mempunyai sebuah hutan yang dijuluki dengan sebutan hutan menari. Lokasi dari hutan menarik ini berada di Kaliningrad. Tempat ini dipenuhi dengan pohon pinus yang berkerut menjadi bentuk cincin, spiral dan konfigurasi lain. Mereka ditanam sekitar tahun 1960 an dan ini adalah satu-satunya spesies pohon yang memiliki bentuk seperti itu.

Berdasarkan dari Atlas Obscura, sempat muncul berbagai macam teori yang berkaitan dengan angin ekstrem atau tanah yang tidak stabil serta gangguan dari ulat bulu. Beberapa penduduk juga sempat menyebutnya sebagai hutan mabuk.

3. Mumi

Mumi Pharaoh

Bumi itu telah ditemukan sejak zaman mesir kuno. Namun ilmuwan hingga saat ini masih penasaran mengapa mumi Pharaoh yang berasal dari mesin kuno memiliki zat yang mirip dengan obat-obatan terlarang. Mereka pun juga menemukan jejak kimiawi yang terdapat pada tulang, kulit dan rambut mumi-mumi tersebut.

4. Luar Angkasa yang Gelap

Luar Angkasa yang Gelap

Gelapnya luar angkasa sampai saat ini masih menjadi misteri. Sebuah atom dibuat dari neutron, proton dan juga elektron. Akan tetapi gelapnya luar angkasa belum ada jawabannya. Ada sebuah teori yang menjelaskan bahwa gelap tersebut dibuat dari berbagai macam partikel yang belum dideteksi atau belum teridentifikasi.

Ada sebuah studi yang dilakukan pada 2016 yang menunjukkan bahwa gelapnya luar angkasa kemungkinan terbuat dari berbagai macam lubang hitam purba. Sehingga kondisi gelap tersebut tidak bisa memantulkan atau memancarkan cahaya. Namun konsentrasi zat yang tinggi bisa membelokkan cahaya dan itulah yang diketahui oleh para ilmuwan. Gelap di luar angkasa tampaknya dibutuhkan sebagai tarikan gravitasi supaya cukup kuat untuk bisa membuat planet dan juga galaxy.

5. Kawah di Siberia Seperti Dunia Lain

Kawah Raksasa di Siberia

Ada sebuah gundukan batu kapur patah dengan lebar 520 kaki dan tingginya 139 kaki. Kawah raksasa ini dijuluki sebagai Pathom, sebab terdapat sungai di dekatnya. Akan tetapi, beberapa penduduk setempat menyebut kawah ini sebagai sarang elang api. Penduduk di sekitar percaya daerah tersebut dikaitkan dengan kematian dan mengingat kurangnya pertumbuhan serta keengganan hewan untuk mendekati kawah tersebut.

Pertama kalinya kawah ini dilaporkan secara resmi oleh ahli geologi dari rusia pada tahun 1949 oleh Vadim Kolpakov. Akan tetapi diciptakan antara 500 tahun yang lalu. Gagasan mengenai asal-usul nya termasuk ledakan nuklir, cerita pesawat ruang angkasa. Namun pihak Rusia Beyond menyatakan bahwa teori dari fenomena sains ini yang paling mungkin adalah karena ledakan uap yang terjadi selama penempatan magma menjadi batuan hydro. Atau terjadi kesalahan dan dekompresi dari batuan hydro yang dipanaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here